Home Potret Desa Tak Terhalang Hujan, Petani Carita Panen Padi MT III Hasilkan 275 Ton...

Tak Terhalang Hujan, Petani Carita Panen Padi MT III Hasilkan 275 Ton GKP

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Hujan tak menjadi penghalang bagi petani di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang panen padi. Panen musim tanam (MT) III seluas 50 hektar dilakukan di  lahan program Gerakan Percepatan Olah dan Tanam (GPOT) menghasilkan produksi 275 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Elis Safitri, Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Carita merinci lahan tersebut adalah milik kelompok tani (Poktan) Pelopor II 25 hektar  dan poktan Harapan Mulya 25 hektar (ha) ditanami varietas Inpari 42 dengan produktivitas 5,5 ton GKP/ha, sementara demplotnya sendiri luasnya dua ha ditanami varietas Pajajaran.

Ia menambahkan petani panen menggunakan cara tradisional, yakni disabet menggunakan parang, karena persawahan berundak khas sawah diperbukitan sehingga sulit untuk menggunakan Combine Harvester (CH). Begitupun dalam merontokan padi dengan sistem gebot. “Panen pake gebotan dengan sistem gebyok karena Combine Harvester tidak memungkinkan.  Jalan ke areal persawahan hanya cukup untuk handtraktor, “ terangnya Rabu (30/12).

Karena panen berbarengan dengan musim hujan Elis mengatakan  petani memilih panen langsung jual dan mereka hanya menyisakan secukupnya untuk cadangan pangan keluarga. Harga GKP diwilayah ini mencapai 5,000 rupiah per kg.

Dengan panen ini petani Carita turut menyumbang jumlah produksi beras Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Seperti diketahui Provinsi Banten masuk jajaran 10 besar daerah penghasil beras tertinggi nasional tahun 2019. Dan tahun 2020 ini produksi beras Banten berdasarkan angka sementara mengalami peningkatan produksi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan penguatan pangan menjadi tugas utama negara sebab urusan makanan bagi tidak kurang 270  juta rakyat Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda ketersediaannya. Mentan menyebut petani adalah pejuang pertanian dan pahlawan pangan.

Menyinggung peran penyuluh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi menjelaskan, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia. Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian.

** Regi/PPMKP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version