Home Potret Desa Petani Milenial Pandeglang Rasakan Manisnya Usaha Budidaya Lebah Trigona

Petani Milenial Pandeglang Rasakan Manisnya Usaha Budidaya Lebah Trigona

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Madu tidak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat,  tetapi juga dikenal baik dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dari banyak jenis madu yang dihasilkan  lebah, salah satunya yaitu madu trigona. Madu ini merupakan madu jenis lokal yang dimiliki Indonesia dan konon masuk kategori terbaik dunia.

Wahyudin petani milenial pandeglang peternak lebah trigona

Wahyudin, petani milenial anggota kelompok tani Sukajadi, Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten merasakan manisnya usaha budidaya lebah trigona, yang sudah tiga tahun ini digeluti.

Usaha yang diawali dengan hanya menjual lebah (trigona), bermodal ratusan ribu rupiah kini sudah berkembang memasarkan  madu, propolis (hasil perasan madu) mentah dan bee polen secara langsung maupun online dengan omzet dimasa pandemi ini mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

“Pada awalnya hanya menjual lebah (Trigona), kini poktan sudah menghasilkan madu yang cukup banyak, propolis mentah dan bee polen yang di pasarkan secara online maupun offline,“ ungkapnya.

Ia  mengatakan  keunggulan madu trigona ini adalah sebagai anti oksidan, anti bakteri dan anti peradangan. Wajar saja jika madu ini banyak peminatnya terutama saat pandemi covid 19.

“ Keunggulan madu trigona ini adalah sebagai anti oksidan, anti bakteri dan anti peradangan karena itu permintaan pasar untuk madu lebah trigona saat ini sangat tinggi, “ ujarnya, Rabu (23/12).

Usaha ini juga menjadi ajang pemberdayaan masyarakat sekitar dengan menjadi pengrajin stup dan memeras madu. Ini menjadi salah satu sumber mata pencarian warga untuk meningkatkan perkerkonomian.

Dihubungi terpisah Ahmad Suryadi, penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Sukaresmi menyampaikan usaha budidaya lebah trigona, tidaklah rumit, tapi menguntungkan. Lebah trigona tidak menyengat sehingga mudah dibudidayakan dan dapat menghasilkan tiga produk sekaligus, yakni madu, propolis mentah dan bee polen. Nilai jualnya pun dikatakan Ahmad Suryadi cukup tinggi dibanding madu lebah lainnya.

“Dengan modal awal yang relatif sedikit budidaya lebah trigona sangatlah menguntungkan. Karena peternak tidak harus memberi pakan. Lebah mencari makan sendiri, pagi keluar mencari getah, nektar bunga dan kembali sendiri ke stup (kotak) trigonal,“ ungkapnya.

Ia menjelaskan kotak trigonal adalah tempat bagi lebah trigona yang sudah dipindahkan dari tempat alaminya yakni bambu. Lebah yang sudah dipindahkan ke kotak ini akan mudah diamati. “Lebah trigona bersarang dalam ruas bambu, dipindahkan ke kotak stup buatan untuk pecah koloni trigona atau memindahkan trigona dari alam,“ jelasnya.

Puncak musim madu adalah pada saat pohon – pohon buah – buahan berbunga. Pada masa ini madu yang dihasilkan bisa mencapai 500 ml/per kotak. Sementara rata – rata populasi lebah perkotak tergantung kinerja lebah ratunya.

“ Per bulan bisa 5 – 9 liter, propolis mentah 3 – 7 kg. Untuk bee polen biasanya akan disimpan kembali di stup /kotak bersama telur trigona untuk bahan makanannya, “ terangnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengapresiasi  keterlibatan generasi milenial dalam sektor pertanian. Ia meyakini anak muda yang mau terjun dibidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.

Sementara itu menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, regenerasi dalam sektor pertanian sudah harus dilakukan. Dari 33 juta orang petani saat ini  hanya sekitar 29% petani yang usianya kurang dari 40 tahun atau disebut sebagai petani milenial.

** Regi/PPMKP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version