Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Ibu Satu Anak Ditemukan Terakhir

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Bencana longsor di Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor menewaskan 4 orang. Noneng Sumiati (27), ibu satu orang anak ini termasuk korban terakhir ditemukan tim gabungan pada Minggu (22/5) pukul 13.40 WIB. Korban satu keluarga ini selain Noneng, juga  anaknya Nafiz (4), ibu mertuanya Uum (70 tahun) dan kakak iparnya bernama Duduh (43 tahun). Sedangkan korban selamat sebanyak lima orang, yaitu Hilman, Fitri, Adit, Abay dan Ama.

“Alhamdulillah sudah ditemukan semuanya. Posisi korban terakhir agak terjepit motor. Jadi ini korban keempat yang ditemukan pasca kejadian kemarin. Seluruh jenazah kami bawa ke RS Polri Kramat Jati, setelah serah terima dengan keluarga para korban,” kata Penata Bencana Muda BPBD Kabupaten Bogor, M Adam.

Sementara kronologi longsor tersebut terjadi pukul 17.30 WIB pada Sabtu (21/5). Longsor disebabkan intensitas hujan deras yang mengguyur sehingga tembok penahan tanah (TPT) setinggi delapan meter, lebar empat meter dan panjang 10 meter menimpa dua unit rumah yang berisi dua kepala keluarga (KK). “Sehingga dua bangunan rumah mengalami kerusakan hingga menimbulkan korban jiwa,” jelas Adam.

Dengan ditemukannya jasad Noneng, operasi SAR tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Damkar, Polmas dan juga warga pun dihentikan, untuk kemudian dilakukan penanganan pasca bencana. “Nanti kami berkoordinasi lagi dengan stakeholder terkait untuk penanganan pasca bencananya,” kata Adam.

Sebelumnya, Tim SAR kesulitan mencari titik terakhir korban sebelum tertimbun longsor. Pasalnya, material longsoran berupa beton tembok penahan tanah (TPT), cukup besar dan berat.

“Tadi sebelum isoma, kami sudah mencium bau-bau mayat. Setelah isoma kami lanjutkan pencarian di titik yang sudah ditentukan dan alhamdulillah sudah berhasil dievakuasi,” jelas Adam.

Adam mengungkapkan, saat ditemukan tubuh Noneng terjepit sepeda motor. Berdasarkan denah rumah yang diketahui dari warga sekitar, dia berada di teras rumah.

“Kalau dari denah rumah yang kami dapat, itu posisinya di depan, di teras. Karena rumah itu, menghadap tebingan yang longsor,” kata dia.

** ass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here