Orangtua Khawatir, Afan Sudah Sepekan Menghilang

0
M Afan Maulana

Jasinga | Jurnal Bogor

Seorang anak berusia 12 tahun bernama M Afan Maulana, Warga Kampung Liopabrik RT 02 RW03, Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor membuat pihak keluarga khawatir. Pasalnya, keberadaan anak tersebut  dikabarkan hilang sudah sepekan.

Ibu kandung Afan, Bedah Jubaedah mengatakan, anaknya itu meninggalkan rumah pada 4 Mei 2022 selepas berkunjung dari tempat ayah kandungnya.

“Pada hari itu saya anterin Afan ke Tarisi ke tempat bapak kandungnya, mengambil jaket lalu pergi lagi untuk bermain, tapi sampai saat ini belum pulang dan tidak ada kabar,” ungkapnya.

Kata dia, saat pergi, Afan menggunakan kaos berwarna hitam lengan panjang dan celana lepis biru dongker dengan dua kantong di bagian kaki serta switer berwarna krem.

“Iya pake switer, selain itu juga warga sini masih sempat ada yang lihat Afan yang sempat makan baso namun saat ditanya Afan mau kemana, katanya mau ngamen ke Leuwiliang,” ungkap Bedah, sambil terbata-bata menahan isak tangis.

Menurut Bedah, Afan yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) merupakan anak yang patuh dan masih polos sehingga untuk memakai baju saja Affan selalu bertanya kepada ibundanya.

“Sebandel apapun dia selalu pulang meski malam juga, tapi sekarang sudah 7 hari belum pulang-pulang, saya berharap kepada siapapun yang melihat untuk membantu, dan Afan segera pulang,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Setu, Esa Asmarani menyatakan, pihaknya  terus berkoordinasi guna membantu pencarian atas hilangnya keberadaan warganya tersebut.

“Iya, staf desa bersama Badan Pengawas Desa (BPD) Desa Setu juga sudah terjun ke kediamannya keluarga Afan sampai bulak balik untuk memastikan dan mendapatkan ciri-ciri terakhir sebelum Afan dikabarkan hilang,” ungkapnya Rabu (11/5/2022).

Ia menambahkan, selain membantu mencari dan berkoordinasi dengan pihak lain guna mencari kebenaran Afan, pihaknya pun mengaku sudah membantu dengan terus menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial yang ada.

“Kita dari ihak desa sudah semaksimal mungkin membantu semampunya dengan terus membantu menyebarkan berita dan foto-foto Afan di grup WhatsApp, Facebook maupun media sosial lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun sudah sempat mengajak keluarga dari anak yang dikabarkan hilang tersebut untuk melaporkan kepada pihak berwajib, namun pihak keluarganya belum berkenan. “Bahkan kita ajak ibunya Afan bikin laporan kehilangan ke kantor polisi, tapi sang ibu belum mau dan katanya masih mau mencari dahulu ke pihak-pihak bapak kandungnya,” pungkasnya.

** Andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here