Apen Apendi: Terlalu Lama Disimpan yang Sebabkan Telur Busuk

0
Kondisi telur yang busuk.

JURNAL INSPIRASI – Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dibagikan di kantor Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor oleh Agen E – Warung mendapat kecaman warga karena hampir satu kampong kondisi telurnya busuk semua.

Apen Supendi

Salah satu warga yang mendapatkan BPNT  Samsudin mengkritik karena pembagian tersebut bukan di agen dan malah ada di desa. Dia berterima kasih karena sudah dapat bantuan, tapi yang dia heran kenapa bantuan BPNT tidak dibagikan di warung saja  malah di kantor desa hingga kemungkinan terjadi penimbunan di kantor desa, yang menyebabkan sebagian telur yang dibagikan ke warga membusuk.

“Pertanyaan nya  apakah tidak ada pemeriksaan yang dilakukan sebelum pembagian?, ditambah lagi kita hanya gesek dan ambil saja , tidak diberikan struknya, itu gimana?”, papar Samsudin, Rabu (17/1/22).

Kepala desa Karang Tengah H.Suhandi  saat dikonfirmasi mengakui pada Sabtu dan Minggu memang ada pembagian bansos yang dimotori oleh TKSK, dan  Dinsos. Dia juga telah menerima laporan warganya menerima telur busuk.

” Memang ada telor yang busuk tapi tidak semua, dalam hal ini kepala desa tidak ikut campur mengenai hal itu, karena hanya menyediakan tempat saja, mengingat agen itu sangat sempit, sedangkan di kantor desa itu ada aula dan tempatnya sangat luas,” ucap Suhandi kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, untuk selanjutnya pihaknya juga akan ikut mengawasi , karena baru kali ini ada telur yang busuk dan warganya complain. Dia berharap kedepannya, pemasok maupun agen harus menyediakan barang yang bagus dan layak.

“Saya sebagai kepala desa akan mengawasi dan menegur kepada agen maupun pemasok , dan yang saya denger itu penyedia barang dari PT Aam Prima Artha nanti akan saya tegur melalui TKSK dan agen,” jelasnya.

Dia menyayangkan dengan kejadian tersebut, apalagi terjadi kepada masyarakatnya dan bantuan ini diinstruksikan langsung oleh Kemensos, sehingga seharusnya bahan pangan itu diberikan kepada warga dengan kualitas yang sangat bagus.

“Semoga dengan kejadian ini menjadi pedoman ya untuk lebih berhati-hati dan lebih bagus lagi dan barangnya berkualitas,” tutupnya

Terpisah, Apen Supendi Agen E-Warung menjelaskan adanya telur busuk merupakan ketidaksengajan. Pihaknya akan mengganti semua telur yang busuk melalui RT. “Pendataan RT setempat, akan kami ganti berapa pun yang busuk jumlahnya, dan untuk struk itu diberikan langsung bagi yang datang ke agen.”

“Struk itu langsung saya berikan, adapun dengan alasan jauh dari KPM, kita berikan beserta amplopnya dan didalam amplopnya sudah ada jumlah dan total yang akan diambilnya,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini hanyalah kesalahan teknis saja ditambah faktor cuaca juga yang sangat dingin karena biasanya beras datang duluan dan baru telur, namun saat ini beras datangnya belakangan dan  telur yang duluan datang.

“Kemungkinan terlalu lama disimpan hingga menyebabkan telur itu busuk, karena untuk pembagian itu kita tunggu barang datang full semua lengkap baru kita bagikan kepada warga. Langkah kedepan kita akan perbaiki lagi, terus kita lebih intensif lagi menerima barang yang dikirim dari supliyer kedepannya kita akan lebih teliti,” dalihnya.

** Nay / Wisnu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here