H. Edi Rohman: Bisakah Pemekaran Bogor Timur Menjamin Kesejahteraan Masyarakat

0
33
H.Edi Rohman

JURNAL INSPIRASI – Menyikapi persoalan pemekaran Kabupaten Bogor Timur, salah seorang warga Cikeas menolak keras akan rencana  pemekaran yang digadang – gadang bisa membuat masyarakat Bogor Timur sejahtera.

H.Edi Rohman mengatakan, saat ini moratorium belum dicabut dan mestinya biarkan saja dulu. Lagi pula banyak hal yang harus dipikirkan untuk melakukan pemekaran bukan hanya sekedar kelayakan wilayah, pendapatan daerah, jumlah penduduk dan luas wilayah.

Tetapi disini kata dia, inisiator harus memikirkan dampak saat wilayah Bogor Timur mekar menjadi kabupaten, salah satunya adalah dampak dalam hal administrasi yang pasti akan sangat menyulitkan masyarakat nantinya.

“Coba turut dipikirkan dampak untuk masyarakatnya, dalam hal administrasi misalnya, ketika menjadi Kabupaten Bogor Timur otomatis surat menyurat seperti KTP dan kawan – kawannya harus beralih alamat, bukan kah itu akan ada biaya tambahan untuk masyarakat,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (13/01/22).

Sebaiknya, inisiator harus memikirkan itu terlebih dahulu, saat ini masyarakat untuk makan saja sudah sulit meskipun yang katanya jelas dia, PAD di Bogor Timur merupakan PAD terbesar di Kabupaten Bogor. Namun apakah sudah banyak fasilitas yang dirasakan oleh warga Bogor Timur, membuat KTP saja lama dan sulitnya minta ampun, apalagi jika berganti Kabupaten Bogor Timur nanti.

“Bisa dijamin gak jika perubahan kabupaten nanti masyarakat dalam merubah administrasi bisa digratiskan, tanpa beban, oke mungkin untuk mereka yang beruang, tapi untuk masyarakat yang kekurangan, apakah bisa untuk merubah surat – surat penting mereka yang pasti akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit,” jelasnya.

Menurutnya, sambil menunggu mekar, alangkah lebih baiknya saat ini Presidium Pemekaran Bogor Timur  mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menambah fasilitas bagi masyarakat yang berada di ujung – ujung Kabupaten Bogor, seperti pembuatan SIM, perpanjang STNK misalnya, buatlah lagi selter atau kepanjangan tangan dari Polres Bogor di daerah Cariu atau Jonggol untuk memudahkan warga agar tidak jauh – jauh ke Cibinong, untuk mendapatkan nomor antrean saja mereka harus berangkat subuh dari rumah.

“Dorong dulu Pemerintah Kabupaten untuk menambah fasilitas dari sekarang, bukan kah PAD dari Bogor Timur lebih besar, warga di Tanjungsari lebih dekat akses ke Rumah Sakit Cianjur, kenapa tidak di dorong untuk pembanguan rumah sakit lagi di Cariu misalnya, hingga akses mereka juga bisa lebih dekat,” bebernya.

Dia berharap, siapapun yang memiliki pemikiran untuk dimekarkannya Bogor Timur menjadi kabupaten memberi penjelasan dampaknya, dan baik buruknya jika nanti dimekarkan. Dia juga mempertanyakan  apakah bisa menjamin kemudahan – kemudahan masyarakat dalam mengurus surat menyurat, dan apakah bisa menjamin jika nanti mekar masyarakat miskin setelah mekar bisa jadi sejahtera, dan apakah bisa menjamin setelah mekar pengangguran bisa mudah mencari kerja.

“Jangan sampai pemekaran ini karena ada kepentingan golongan, beri kami penjelasan, saat ini saja janji-janji ya tinggal janji, semuanya berkata akan begini, akan begitu, tapi setelah jadi,  malah jadinya begini. Janganlah masyarakat selalu dijadikan tumbal, sejauh ini mekar atau tidak mekar wilayah pun masyarakat awam mah anteng – anteng aja,” pungkasnya H.Edi Rohman yang merupakan Ketua Paguyuban Pengusaha Bogor Timur.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here