Wanhay Larang CV. Oryano Ikut Bermain Proyek Di Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Terlambatnya pengerjaan proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) atau unit sarana baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin yang dikerjakan CV. Oryano, disikapi tegas wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) tiga dari Fraksi Golkar, Wawan Haikal Kurdi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang sudah tiga periode itu pun minta, agar Dinas Pendidikan (Disdik) menindak tegas penyedia jasa yang mengerjakan proyek lanjutan UGB atau USB di SMPN 2 Caringin tersebut.

“Kalau memang waktu pengerjaan sesuai kontrak sudah habis, hentikan kegiatan pembangunannya. Dan tahun 2022, CV. Oryano tidak boleh lagi ikut bermain proyek di Kabupaten Bogor,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/12).

Menurut Wawan, banyaknya ditemukan proyek Disdik bermasalah, terutama diwaktu pelaksanaan pengerjaan yang telat, tentunya harus menjadi evaluasi bagi pengguna anggaran.

“Konsultan pengawas juga jangan diam saja. Laporkan terus progres pembangunan yang dikerjakan pelaksana,” papar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) atau Unit Sarana Baru (USB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Oryano hingga saat ini belum juga selesai.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja yang tertera dipapan nama kegiatan, proyek dibawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dengan menghabiskan anggaran sebesar 5,8 miliar itu, mulai pengerjaan tanggal 25 Agustus 2021 dan berakhir sampai 22 Desember 2021.

Dari pantauan Jurnal Bogor, para pekerja masih melakukan pengecatan gedung sekolah yang memiliki tiga lantai. Bahkan, sebagian para pekerja dari CV. Oryano masih mengerjakan pembangunan tembok pagar depan dan gerbang sekolah.

Ahmad, perwakilan CV. Oryano mengaku, saat ini program pembangunan sudah mencapai 97 persen. Karena, untuk pengecetan gedung terutama ruang kelas sebanyak tiga lantai, sudah hampir selesai.

“Walaupun warna cat nya sudah dicari dan saya sampai mencari ke Jakarta, pengecetan akhirnya selesai juga. Tinggal beberapa item saja yang sedang dikerjakan,” katanya kepada Jurnal Bogor di lokasi proyek, Rabu (29/12).

Adapun untuk taman, Ahmad mengatakan, tidak terlalu banyak taman yang dibuat. Sesuai didalam RAB, untuk taman hanya menanam beberapa pohon saja.

“Paling beberapa pohon yang ditanam. Dan itu lokasinya di atas atau setelah gerbang sekolah. Sarana olahraga seperti lapang futsal sedang dikerjakan,” jelasnya.

Ahmad menyatakan, ada beberapa kontruksi masjid yang dibangun pelaksana proyek pertama, harus diganti dan dilakukan pembangunan ulang.

“Termasuk dinding masjid juga kami harus pesan dulu bahan materialnya. Dan baru selesai tinggal dipasang saja,” ujarnya sambil menunjuk ke plat besi dengan ukuran panjang 3 kurang lebih 3X1 meter.

Saat ditanya terkait keterlambatan pengerjaan yang seharusnya selesai pada tanggal 22 Desember, Ahmad enggan berkomentar banyak.

Namun ia menjelaskan, kondisi bangunan dan lahan saat mulai dilakukan pengerjaan, banyak yang harus diperbaiki terutama tebingan sekolah.

“Tebing sekolah dikeruk lagi dan butuh waktu hampir satu minggu dalam pengerjaannya. Belum lagi kontruksi bangunan pertama yang harus dirapihkan ulang. Jadi saya kira kalau proyek lanjutan itu hanya tinggal melaksanakan kekurangannya saja, tapi ini malah seperti mengulang pembangunan lagi,” aku Ahmad.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here