Pandemi Covid, Warga Desa Setu Beralih Profesi dari Marketing Jadi Jualan Kopi Keliling

0
Amin jualan es dan kopi di jalur kebun kelapa sawit.

JURNAL INSPIRASI РDampak dari pandemi Covid-19  membuat  warga Kampung Ranca RT 02/05 Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor harus rela menghabiskan uang tabungannya selama mencari pekerjaan untuk menafkahi anak dan istri.

Hal itu diceritakan Muhammad Amin (28) pedagang es dan kopi keliling yang kerap mangkal di jalan raya Cigudeg – Jasinga, tepatnya di jalur kebun kelapa sawit.

Pandemi Covid-19 yang melanda membuat dirinya harus beralih profesi dari marketing bank ke dagang jualan es dan kopi keliling.

“Tadinya saya kerja di Bank Mandiri sebagai marketing, tapi pasca covid-19 melanda di perusahaan gak sampe target dan akhirnya kena imbasnya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

BACA JUGA Selain Peningkatan Kapasitas, Pemdes Batutulis Alokasikan DD Tahap Akhir Hotmix Jalan

Semenjak dirinya dirumahkan, ia sempat mencari kerja ke sana sini. Namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan, sampai semua tabungannya habis terkuras dan memaksa dirinya berpikir keras.

“Susah nyari kerja lagi, sedikit simpanan pun habis, sampai saya berpikir dan akhirnya ya jualan es dan kopi keliling,” paparnya sambil menghela napas.

Jadi kata dia bahwa omset yang kerap ia dapat rata-rata sekitar 50.000 per hari, dengan kondisi cuaca mendukung.

“Saya jualan kopi kurang lebih sudah setengah tahun, untuk omset sehari 50.000 itu omset kotor kalo bersihnya paling 15.000 sampai 20.000,” ujar pria beranak satu itu.

Meski dengan keadaan demikian, kata Amin, dirinya tetap bersukur dan berusaha menikmati suka dukanya demi anak dan istri.

“Masih diberikan kesehatan dan bisa ikhtiar aja udah sukur Alhamdulillah, dari pada sakit kan kita gak bisa berusaha untuk nafkahin anak istri,” tutupnya.

**andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here