Tirta Pakuan Segera Wujudkan Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor yang bergerak di bidang penyediaan air bersih tak pernah berhenti untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Di era digital saat ini menjadi pemantik Perumda Tirta Pakuan menyesuaikan pemenuhan kebutuhan kinerja perusahaan dan juga peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan membangun command center. Command center ini dibangun di area kantor pusat Perumda Tirta Pakuan, Jalan Siliwangi, Kota Bogor.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan, saat ini ada kegiatan seperti pemantauan Perumda Tirta Pakuan tersebar di beberapa tempat, antara lain di Katulampa, Dekeng, Palasari hingga Rancamaya. Sehingga nantinya yang terpisah tersebut akan terfokus satu tempat, yakni di command center.

“Sekarang mau kita tarik ke sini, kita akan buat command center ini dengan sembilan layar monitor utama, dengan enam layar disampingnya. Kita bisa memonitor langsung berkaitan dengan produksi, transmisi hingga distribusi air bersih,” kata Rino, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Rino, dari command center ini juga nantinya akan terlihat berbagai persoalan yang ada. Oleh karenanya diipilihnya command center di ruangan yang biasa digunakan rapat. Sehingga dari ruang command center bisa langsung diambil keputusan untuk mengatasi dari suatu masalah tersebut.

“Kita bisa ambil keputusan sambil lihat data di sana. Misalnya gini, coba kita lihat zona satu, ada masalah apa di sana, nah itu langsung kelihatan secara real time. Kita bisa langsung ambil keputusan untuk solusinya seperti apa,” tandas Rino.

Perumda Tirta Pakuan sendiri menargetkan pembangunan command center rampung dan diluncurkan pada Desember 2021. Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengatakan, pembangunan command center saat ini sudah masuk tahap struktur dengan progres hampir 100 persen.

Disamping itu juga saat ini tengah digarap desain interior untuk layar monitor yang dilengkapi teknologi informasi. Selain interior, lanjut Ardani, pihaknya juga tengah membangun berkaitan dengan sarana prasarana teknologi informasi.

“Saat ini pengerjaan command center sudah tahapan struktur. Artinya pekerjaan struktur sudah hampir 100 persen. Kita sedang desain interiornya. Selain itu juga kita mulai bangun kaitan IT-nya. IT kemungkinan besar tahun ini juga kita lakukan pengadaannya,” ujarnya.

Ia mengatakan kehadiran command center ini cukup penting terlebih pada bidangnya, sehingga pemantauan informasi yang selama ini secara manual akan beralih berbasis teknologi informasi. Misalnya berkenaan pengolahan air bersih, dari mulai intake masuk ke transmisi, kemudian water treatment dan reservoir hingga ke pelanggan, kedepannya secara real time dan online terpusat di command center.

“Jadi kita bisa menggambarkan dari hulu hingga hilir. Berkaitan dengan kekeruhan, debit dan kualitas air, juga sampah itu bisa diketahui secara real time, sehingga kita bisa mengantisipasi apabila terjadi kejadian-kejadian itu,” paparnya.

“Di reservoir juga, terkait level, pembubuhan, disinfektan berapa PPM-nya yang selama ini pengecekan itu dilakukan tiga shift, nanti secara real time bisa mengetahui setiap jam, sehingga tidak perlu adanya pengecekan di reservoir. Ini sebagai bentuk efisiensi sumber daya manusia jadi bisa dialihkan ke yang lain,” tambahnya.

Lebih jauh Ardani mengatakan, command center juga akan terintegrasi dengan SIMOTIP (Sistem Informasi Mobile Tirta Pakuan). Command center ini rencananya akan beroperasi selama 24 jam dengan operator empat orang setiap satu shift. Sehingga jika diterapkan tiga shift akan membutuhkan sebanyak 12 orang.

“Kita harapkan (command center) bisa selesai segera sebelum tanggal 24 Desember dan sudah bisa diluncurkan tahun ini. Tentunya hal ini di-support dengan pengembangan IT dari hulu maupun hilir,” tandas Ardani.

Handy Mehonk | **
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here