Orangtua Anak Paud Kecamatan Cijeruk Ikuti Sosialisasi Stunting

0
Orangrua anak ikuti sosialisasi stunting.

JURNAL INSPIRASI – Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan sosialisasi penanganan stunting, Selasa (21/12). Kegiatan edukasi terhadap seratus orangtua anak Paud yang tersebar di empat desa di Kecamatan Cijeruk itu, dilakukan Penilik Paud Cijeruk, Kasie Penkes dengan narasumber dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Ketua Himpaudi Kecamatan Cijeruk, Aisah Nurhayati mengatakan, sosialisasi penanganan stunting ini sangat penting diberikan kepada semua orangtua yang masih memiliki anak dibawah lima tahun (Balita).

 “Makanya para peserta dalam sosialisasi ini, orangtua yang anaknya di Paud,” ungkapnya kepada wartawan di aula kantor Kecamatan Cijeruk.

BACA JUGA Daman Huri Harapkan BPD Beri Energi Baru Memajukan Desa

Tujuan dari kegiatan sekarang, lanjutnya, agar semua orangtua  memiliki wawasan dalam melakukan pencegahan stunting sejak dini.

Adapun ciri-ciri anak yang tergolong stunting, sambung Aisah, dapat di identifikasi. Utamanya dapat terlihat dari ketidak sesuaian usia dengan tinggi badan. “Kalau untuk penyebabnya, bisa  disebabkan oleh gizi, pengasuhan anak dan sanitasi,” paparnya.

Aisah berharap, melalui sosialisasi ini, bisa menjadi langkah untuk menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Cijeruk khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya.

“Ini bisa menjadi stimulasi kepada orangtua agar memperhatikan peyebab stunting pada anak. Kami dari pendidik, hanya menangani pendataan yang terdapat di data pokok pendidikan (Dapodik), baik dari pengecekan tinggi badan serta kesesuaian umur,” jelasnya.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

Sementara, Penilik Pendidikan Paud Kecamatan Cijeruk, Ajat Sudrajat menegaskan, sosialisasi kepada orangtua anak Paud, harus terus dilakukan. Sehingga, Kecamatan Cijeruk terbebas dari stunting.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kami dalam melakukan pencegahan stunting sejak dini. Karena, berbekal dari sosialisasi sekarang, orangtua anak menjadi tahu dan mengerti cara mencegah stunting,” tukasnya.

** deni pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here