Antisipasi DBD, Pemdes Kalongliud Fogging Lingkungan Warga

0
Fogging dilakukan di 5 titik lingkungan warga Desa Kalongliud.

JURNAL INSPIRASI – Belum lama ini Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor bersama Puskesmas Nanggung melakukan fogging di 5 titik lingkungan warga. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kasus wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini memasuki musim pancaroba.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman mengatakan adanya fogging sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat sekitar. Pemerintah Desa Kalongliud merasa perlu memastikan agar warga sekitar tetap aman dan tidak terjangkit DBD.

“Sehubungan saat ini kita semua sedang memasuki musim pancaroba yang berpotensi merebaknya wabah Demam Berdarah Dengue, kita harus menjaga kebersihan lingkungan dengan cara mengubur sampah non organik dan menguras tempat penampungan air atau bak mandi serta Menutup penampungan air,” ujarnya.

BACA JUGA Genpar Layangkan Surat Dugaan Pembohongan Publik

Meski di wilayah desanya hingga saat ini belum ada kasus yang menjadi korban DBD, namun menurut Jani upaya pencegahan penting dan warga diharapkan tetap menjaga kebersihan di lingkungannya.

“Alhamdulillah sampai saat ini di Desa Kalongliud aman dan tidak ada korban DBD, terlepas dari itu kita kembalikan lagi terhadap kesadaran seluruh warga masyarakat, tentang pentingnya menjaga kebersihan di rumah dan lingkungannya masing-masing,” imbuhnya.

BACA JUGA Terjadi 45 Kasus Tawuran Pelajar Warnai Kota Bogor Sepanjang 2021

Sementara Itu, Kepala Puskesmas Nanggung dr. Baringin Manik menjelaskan bahwa kegiatan Fogging tersebut bukan baru pertama kali dilakukan.

“Fogging yang kami lakukan saat ini memang sudah sering dilakukan di beberapa wilayah desa di Kecamatan Nanggung, dan untuk wilayah lain yang belum dilakukan fogging seharusnya kepala desa (Kades) yang mengajukan kepada pihak Puskesmas, nanti kami dari pihak Puskesmas akan menjadwalkan untuk melakukan kegiatannya,” ucap Baringin Manik.

Baringin menuturkan, di setiap wilayah desa itu ada kader dan juru pemantau jentik (Jumantik) yang bisa mangajukan untuk fogging.

“Pengajuan untuk dilakukan Fooging juga bisa melalui para kader atau Jumantik yang memang ada setiap wilayah desa,” tutupnya.

**andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here