Kadinsos Jenguk Anak Penderita TB di Sukajaya

0
Mustaqim (kiri) mendatangi kediaman keluarga M.Agil Agisna.

JURNAL INSPIRASI – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bogor Mustaqim mendatangi kediaman keluarga M.Agil Agisna (10) penderita penyakit tuberkulosis tulang belakang (TB) dan paru di Kampung Kemang RT01 RW 09, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya.

“Kami atas perintah Bupati, kita mengunjungi keluarga pasien Agil yang saat ini terindikasi penyakit tulang belakang dan paru. Alhamdulillah kami ketemu dengan pihak keluarganya,” kata Kepala Dinsos Mustaqim kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/12).

Agil yang merupakan anak yatim piatu itu  saat ini sudah ditangani di RSUD Ciawi. Menurut Mustaqim, BPJS-nya yang bermasalah sedang ditelusuri oleh Dinsos. 

BACA JUAG Save Cikaniki, Antam Tingkatkan Kualitas Penjernihan

“Kita sedang menelusuri dan menindak lanjuti BPJS-nya. sebenarnya Agil ini sudah masuk di DTKS dan sudah masuk ke Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga, hanya belum teraktivitasi,” imbuhnya.

“Pasien kita sudah ditangani di RSUD Ciawi, Dinsos saat ini asesmen hal yang berkaitan dengan BPJS nya, kami juga kalau melihat kondisi seperti ini, memang harus kita tangani secepatnya” tambahnya.

Kedepan Mustaqim meminta kepada kepala desa mendata warga bagi yang tidak terdata untuk di masukan ke Aplikasi SIKS-NG. “Yang nantinya kita akan ajukan ke kementerian agar mendapatkan program bantuan prioritas,” ujarnya.

Padahal kata Mustaqim pihaknya terbuka terhadap masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi. “Saya berharap sinergitas bantuan dari temen-temen media, kalau menemukan ada yang belum masuk ada penduduk miskin yang memang layak untuk dibantu cukup informasikan ke kami kirim foto KTP dan KK-nya,”

Sementara Nenek Agil, Rohmah (60) menceritakan bahwa sakit yang dialami cucunya itu, sudah terjadi sejak tiga tahun kebelakang. Dirinya belum tahu pasti penyebab penyakit yang diderita cucunya tersebut.

BACA JUGA FGD Pemecahan Masalah Bagi Pengembangan Sektor Pariwisata Geopark Pongkor

“Sudah tiga tahun sakit di tulang punggung belakang, saya kurang tahu penyebabnya, tapi sepertinya gara-gara pulang taraweh ditendang dibagian belakang oleh temannya saat bercanda, sampai pergi ke sekolah tuh jalan jinjit dan sekolah pun Agil sering melamun, kesakitan,” ujarnya.

Sebelumnya kondisi Agil sangat parah, bahkan mirisnya lagi BPJS Kesehatan prabayar miliknya bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menilai bahwa Dinas Sosial terlihat lamban menangani kesehatan dan kesenjangan sosial terhadap masyarakat.

“Ya harusnya Dinas Sosial betul-betul melakukan pendataan terhadap kaum rentan, betul-betul kaum yang tidak mampu, supaya dipastikan bahwa orang tersebut saat sedang sakit BPJS sudah ada, karena kan di APBD setiap tahun sudah ada anggarannya untuk BPJS yang dibayarkan oleh APBD,” tegasnya.

BACA JUGA Minim PJU, Ruas Jalan Ciderum-Citapen Rawan Kejahatan

Ia menjelaskan, seharusnya Dinas Sosial memberikan pelayanan yang mempuni jangan hanya memberikan bantuan disaat permasalahan sudah mencuat.

Seharusnya Dinsos mengajak desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan dan bisa dipastikan bahwa warga miskin di jamin oleh negara, dinas sosial harusnya koperatif melakukan ini, jadi tidak hanya saat kejadian yang harus ditolong saja harusnya antisipasi sejak awal, seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Ia pun berharap, dengan persoalan seperti ini bisa menjadi acuan dinas sosial lebih baik dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya meminta Dinas Sosial lebih peka terhadap gejolak-gejolak sosial yang terjadi salah satunya seperti saat ini kurang kesigapan terhadap hal kesenjangan sosial. Jadi lebih tepat sasaran dan update,” pungkasnya.

**andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here