Peternak Lele di Desa Cipicung Terancam Gulung Tikar

0
Pasokan air berkurang ke kolam.

JURNAL INSPIRASI – Nasib kelompok ternak lele di Kampung Cipicung RT 02 RW 04, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, terancam gulung tikar. Hal itu terjadi, lantaran hingga saat ini keluhan kelompok ternak terkait kondisi pasokan air yang mengalir ke kolam ikan mereka berkurang, belum mendapat perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung.

Asep Harir, Ketua RT 02 RW 04 yang mewakili kelompok ternak lele mengatakan, di wilayahnya terdapat 6 kolam lele yang saat ini kondisi debit airnya berkurang.

Berkurangnya debit air, lanjutnya, akibat tembok irigasi atau saluran air yang berasal dari Sungai Kongsi, sudah rusak dan bocor. Sehingga, air mulai berceceran ditengah jalan persisnya mulai dari RT 04 RW 04.

BACA JUGA Rapi Triple C Santuni Anak Yatim

 “Debit air itu sampai ke kolam sudah mulai berkurang dan nyaris kering. Itu akibat tembok saluran banyak yang bocor. Kami dan para peternak lele pernah memperbaiki saluran air itu, tapi tetap saja bocor,” ungkap Asep kepada wartawan.

Bocornya tembok saluran air, sambung Asep, sudah pernah disampaikan kepada Pemdes Cipicung tahun 2020 lalu. Dan kelompok ternak lele pun telah mengajukan bantuan pipa  kepada Pemdes.

Namun, kata Asep, Pemdes Cipicung malah menyarankan kepada kelompok lele untuk melakukan pengukuran ulang terkait pengajuan pipa tersebut.

 “Tapi sudah 2 tahun ini pengajuan kami belum juga terealisasi. Padahal pengukuran juga pada waktu itu sudah dilakukan,” ujarnya.

BACA JUGA Sudah Lama Rusak Berat, Pemdes Sukaluyu Perbaiki Jalan Legok Jambu

Tidak hanya bocornya tembok saluran air, Asep mengungkapkan, kecilnya debit air yang mengalir ke kolam para peternak lele, disebabkan juga banyaknya bangunan villa yang berada disekitar saluran air.

 “Tembok bangunan villa juga menjadi penyebab tersumbatnya saluran air ke kolam,” paparnya.

Asep berharap, adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) maupun Dinas Perikanan dan Peternakan untuk perbaikan tembok saluran air.

 “Kami sih berharap Pemkab Bogor membantu pipanisasi agar air stabil. Takutnya, kalau dibiarkan debit air kurang sebanyak 25 ribu ekor lele yang diternak akan pada mati. Sudah pasti kami akan gulung tikar karena bangkrut,” imbuhnya.

**deni pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here