Gwen Emily Kurniawan Lolos ke Final Remaja Tenis Jakarta

0
Gwen in action. Foto: AFR

JURNAL INSPIRASI – Gwen Emily Kurniwan selangkah lagi meraih gelar juara tunggal putri KU 12, setelah di semifinal nyaris ditumbangkan oleh petenis putri andalan Banten Maura Sa’ja.

Pertandingan kedua petenis potensial itu disaksikan oleh Legenda bulutangkis Rudy Hartono Kurniawan karena Gwen adalah cucunya sendiri.

Set pertama Maura Sa’ja unggul dengan angka 4-2, tetapi dengan tekun permainan yang konsisten Gwen kembali unggul 4-3 sehingga pertandingan penentuan dilakukan di set ketiga. Di set ketiga dengan sistem suoer tie-break ternyata Gwen dapat menutup kemenangan 10-7.

BACA JUGA Wow, Turnamen 3X3 Digelar Kadin Kota Bogor di Balai Kota

Di final Gwen sebagai ungulan pertama ditantang oleh unggulan kedua asal Jakarta, Maela Wulan Burnsard yang berhasil menyisihkan andalan kota Bandung, Benedicta Edwina Theodorius 3-4, 4-0, 10-7

Petenis asal dari Bangka Belitung M,Faiz Habibi Rizki lolos ke final tunggal putra KU 14 tahun setelah mengalahkan  Rafarel Attarsya Latief 63, 64. Calon lawan di final adalah Rafa Iqbal Sakhi ( Depok) setelah mengalahkan   Justin Lee 62, 64.

Sedangkan lolos ke semifinal putra KU 12 tahun adalah Keenan Lazuardi Latief asal Depok setelah berhasil mengalahkan petenis rmtuan rumah Liam J Gunawan 4-1,4-0. Lawan disemifinal petenis tuan rumah Joshua Theodorus Suryanto setelah menang dari petenis Bandung Owen Keitaro , 4-2, 3-4, 10-6.

Semifinalis lainnya, Justin Ferry Franklin asal Jakarta yang lolos ke semifinal setelah mengalahkan Yosia Niwasita Agung dari Banten  dengan angka 1-4, 4-3, 10-4.

Lawannya Justin disemifinal adalah petenis  andalan Bandung, Ryouta Rommy Nonaka yang berhasil menyisihkan lawannya petenisJakarta, Phillipe Bawono 4-1, 3-4,10-5.

Remaja Tenis Jakarta memasuki hari kedua sejak kemarin dilaksanakan di lapangan tenis Kodam Jaya, Cililitan Jakarta Timur. Legenda Bulutangkis Rudy Hartono Kurniawan sebut sisi positif Turnamen RemajaTenis

BACA JUGA Bareng Ketua Kadin Kota Bogor, Pebasket “Sombong” Kalahkan Tim Bima Arya di Exibisi 3×3

Rudy Hartono Kurniawan menyebut  ada tiga hal atau tiga sisi positif dari penyelenggaraan Remaja Tenis ini.

Pertama kata Rudy, pemain memiliki keberanian bertanding sehingga akan melatih mentalnya.Kedua seorang pemain mandiri karena berdikari, melayani kebutuhannya sendiri. Ketiga melatih kejujuran karena dalam pertandingan ini tidak ada linesman atau penjaga garis seperti kebanyakan pertandingan untuk level orang dewasa.

Oleh karenanya juara All England 8 x, tujuh diantaranya berturut-turut itu sangat mendukung kegiatan seperti ini.

“Saya kira sangat baik untuk pengembangan seorang pemain usia dini ke depan.Dan apa yang dilakukan oleh Pak Ferry Raturandang ini tentunya harus didukung oleh federasi dalam hal ini PELTI,” kata Rudy Hartono di sela-sela menonton pertandingan Remaja Tenis 99 di Lapangan Tenis Kodam Jaya Jakarta.

Sementara itu promotor Remaja Tenis, August Ferry Raturandang atau dikenal Opa AFR mengatakan bahwa turnamen ini memiliki tujuan utama bukan mencari sang juara.

“Apa yang disampaikan Rudy Hartono Kurniawan itu tepat sekali. Kita sudah harus mendidik anak-anak untuk berdikari, punya keberanian bertanding dan menjiwai nilai-nilai sportifitas dalam olahraga,” kata AFR dalam keterangan persnya.

**ass/rls

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here