Eksekusi Lahan Yayasan Fajar Hidayah Berujung Perlakuan tak Manusiawi

0
Tindakan tak manusiawi saat eksekuasi.

JURNAL INSPIRASI – Yayasan Fajar Hidayah mempertanyakan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum berkaos putih saat proses eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Jumat (3/12/21).

Kuasa Hukum Yayasan Fajar Hidayah, Deni Lubis mempertanyakan tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh oknum berkaos putih saat proses eksekusi yang dilakukan PN Cibinong terhadap yayasan yatim ini pada 30 November lalu, yang bertempat di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Selain polisi, Satpol PP dan PM, eksekusi yang dilakukan oleh PN Cibinong itu melibatkan organisasi yang tidak ada kaitannya dengan lembaga penegakan hukum diluar tim PN Cibinong sendiri. Ada sekelompok oknum berkaus putih dan oknum inilah yang mengambil alih seluruh kegiatan eksekusi kemarin, mereka yang mengakibatkan anak-anak yatim terluka,  selain korban anak-anak ini, barang-barang yang tidak masuk objek sita itu dikeluarkan paksa oleh mereka,” paparnya saat konferensi pers.

BACA JUGA Polres Bogor Amankan 10 Orang Terduga Pelaku Pencurian Kabel

Anak-anak yatim, kata Lubis, adalah anak-anak yang dilindungi oleh Undang-undang (UU) perlindungan anak, yang mana anak-anak ini wajib mendapatkan hak hidup, hak diperlakukan dengan baik yang mana menurutnya dilindungi oleh UU.

“Kita tidak mempersoalkan tentang proses yang sah yang dilakukan oleh PN Cibinong, yang kita persoalkan orang-orang yang tidak berwenang melakukan tindakan itu, setelah mereka rusakan gedung dan anak dikeluarkan, seluruh buku, pakaian, meja dan fatalnya ketika mereka masuk ke lantai atas ditempat kamar anak-anak itu terdapat Al-Qur’an yang turut dirusak,” jelasnya.

Selain anak-anak yatim yang diperlakukan seperti barang, menurut Lubis, para oknum berkaos putih ini melakukan tindakan yang diduga melecehkan agama.

“Di kamar anak-anak di lantai atas terdapat Al-Qur’an, yang Al-Qur’an itu dilemparkan dari atas sampai ke bawah, padahal kita sudah ingatkan jangan dibuang, tapi nyatanya mereka malah nampak seperti dengan sengaja merendahkan Al-Qur’an itu dan itu terekam dalam dokumentasi pihak yayasan,” ucapnya.

BACA JUGA UPT IV Dishub Leuwiliang Lakukan Pengawasan dan Koordinasi dengan Kepolisian

Ditempat yang sama Ketua Yayasan Fajar Hidayah H. Meridas Ekayora juga menyayangkan dengan eksekusi yang tadinya jernih dan tentram saat oknum berkaos putih itu ikut menjadi sangat brutal.

“anak anak yatim juga ada yang dicekik, dianiaya, diseret juga ada yang hampir kehabisan napas karena dicekik, dan kemudian juga ada kitab suci yang dilempar, kita minta aparat bertindak dan mengusut peristiwa ini,” tuturnya.

Dengan kejadian tersebut, lanjutnya, psikis anak anak pun terganggu, anak pun sampai ketakutan karena kejadian bringas tersebut.

“Sampai KPAD datang pun ketakutan padahal mau melakuakan verifikasi, mendukung untuk anak anak,”

BACA JUGA Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Landa Lumajang

Ia melanjutkan, pihaknya juga berhak secara hukum jika dizholimi untuk melawan di pengadilan, dan kami meminta untuk para petinggi negara untuk peduli dengan kasus kekerasan ini.

“Untuk para pihak yang berwenang, siapapun itu dan apapun itu bertindak lah yang adil, jangan sampai negara kita ini rusak oleh orang orang yang bringas,” tandasnya geram.

Ia berharap semoga yang punya kewenangan memperhatikan dan semoga tidak ada kejadian lagi untuk kekerasan kepada anak apalagi yatim kedepannya.

**nay / wisnu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here