Ahmad Fathoni Terbelalak, Cara PT KIM Buang Limbah ke Aliran Sungai

0
Achmad Fathoni saat meninjau pembuangan limbah PT KIM

JURNAL INSPIRASI – Mendapati pengaduan warga atas pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT Kokoh Idola Menawan (KIM) yang berada di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni langsung terbelalak saat mendapati air mengalir melalui pipa – pipa yang sengaja terpasang di saluran air.

Aleg dari Fraksi PKS tersebut mengatakan bahwa kasat mata saja sudah ada kesalahan dimana sudah ada saluran air, tapi PT KIM masih menggunakan pipa lain.

“Itu wajib menjadi pertanyaan, kenapa harus ada beberapa pipa dalam saluran yang sama. Jika memang air ini bukan bagian dari limbah berbahaya, kenapa harus terpisah – pisah pipanya ” cetus Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (29/11).
BACA JUGA Aparatur Desa Sibanteng Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

Dia terbelalak saat melihat kejadian pembuangan limbah cair yang nyata di depan matanya. Dia pun merasakan bau menyengat hingga membuat hidungnya.

“Jika bisa direkam saya akan rekam bau ini supaya jika saya bahas dalam rapat nanti semua bisa merasakan baunya. Ini sudah sangat fatal, kondisi air berbusa, berwarna, dan berbau, langsung dialiri ke arah Sungai Cileungsi. Jadi jika hal seperti ini dianggap biasa , yang luar biasanya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, semua pihak harus turun tangan, karena ada saluran milik desa yang dipakai oleh perusahaan sehingga seperti apa sistem kerjasamanya. Apakah perusahaan sewa kepada desa atau bagaimana , namun bukan berarti dengan menyewa aliran ini bisa seenaknya untuk membuang limbah.

“Memang perlu dilakukan oleh uji lab untuk memastikan air limbah seperti apa yang di buang oleh PT KIM , tapi jika secara kasat mata ini sudah terlihat dengan adanya beberapa pipa pembuangan air,” jelasnya.

BACA JUGA UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

Atas kejadian itu kata dia, akan membawa persoalan ini dalam rapat nanti dan saya akan minta izin dan jadwal kepada Komisi 3 untuk lakukan sidak ke lapangan atau memanggil pihak perusahaan, begitupun untuk pemerintah desa dan kecamatan sejauh mana pengawasannya terhadap perusahaan ini, mengingat warga sudah banyak mengadukan tapi belum ada tindakan.

Dia berharap, untuk satgas Lingkungan Hidup yang ada di Kecamatan Gunung Putri turut mengamati adanya persoalan ini, untuk diadukan kepada dinas terkait. “Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi, karena dampak dari perbuatan ini yang akan merasakan anak dan cucu nantinya.”

“Untuk dinas terkait saya akan minta untuk bertindak tegas , apalagi ini bukan pertama persoalan limbah yang ada di Kecamatan Gunung Putri, jika ada unsur pidananya langsung ditindak jangan hanya diberikan sanksi administrasi harus ada sanksi hukumnya untuk efek jera,” tandasnya.

**nay/wisnu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here