Fungsi Pengawasan Diperumkim Lemah

0
Proyek perbaikan drainase.

Proyek Drainase Cimahpar Diduga Asal Dikerjakan

JURNAL INSPIRASI – Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R Ridho meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) meningkatkan fungsi pengawasan terkait pengerjaan proyek infrstruktur wilayah, agar peristiwa seperti yang terjadi di RT 02/RW 05 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara tak terulang.

Seperti diketahui, sebelumnya proyek perbaikan drainase sepanjang 100 meter di RT 02/RW 05, Kelurahan Cimahpar, viral di media sosial. Setelah warga sekitar menemukan kejanggalan pada pengerjaan fisik senilai Rp43.495.887 itu, dalam video yang beredar tampak besi rangka hanya terpasang diujung dan tidak terkoneksi antara satu sama lain, bahkan panjangnya tidak lebih dari sejengkal.

“Proyek itu diduga dikerjakan secara asal-asalan. Dinas terkait harus mengambil tindakan tegas, dan memberikan sanksi, jangan dibayar sebelum ada perbaikan,” ujar Ridho kepada wartawan, Minggu (21/11).

BACA JUGA: Wakili Kabupaten Bogor, Desa Gunung Putri Ikuti Lomba Satkamling

Ridho meminta Disperumkim tak hanya fokus melakukan pengawasan terhadap proyek besar di tengah kota. Namun, semua pengerjaan fisik yang ada di wilayah harus turut diawasi. “Semua harus mendapat porsi yang sama karena semua anggaran bersumber dari uang rakyat,” kata dia.

Sebelumnya, sambung dia, GMKB juga mendapat pengaduan warga mengenai proyek drainase yang diduga ditinggalkan kontraktor di RT 06/ RW 05, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. “Tapi itu sudah diperbaiki setelah dilaporkan ke dinas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan PJU dan Dekorasi Kota pada Disperumkim Kota Bogor M. Hutri mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan klarifikasi lapangan terhadap pelaksana pekerjaan, yakni CV Anza Kuarta Jaya. “Sudah diklarifikasi di lapangan. Insya Allah sudah sesuai RAB. Perbaikan-perbaikan minor akan dilaksanakan sambil berjalan,” katanya.

BACA JUGA: Kukuh Sri Widodo Minta Sentul City Segera Selesaikan Ruslah Tanah di Desa Bojong Koneng

Hutri menuturkan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan, atas dasar itu perbaikan-perbaikan terus dilakukan. “Perbaikan dilakukan apabila ada ketidaksesuaian dengan spesifikasi yang ditentukan,” tegasnya.

Kendati demikian, Hutri mengaku, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali dengan RAB, apabila ada ketidaksesuaian akan dibongkar. “Kami masih menunggu laporan rinci dari konsultan pengawas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hutri juga menyatakan bahwa seharusnya besi rangka dipasang dalam keadaan utuh, dan terkoneksi satu sama lain. “Harusnya besinya utuh, menyambung, terkoneksi. Kami sudha meminta kontraktornya untuk memperbaiki sesuai spek, dan kontraktor mau memperbaiki,” katanya.

**fredykristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here