Perluasan Rumah Sakit EMC Sentul, Kades Ajak Warga Diskusi Publik

0
Diskusi publik mengenai rencana perluasan dan pengembangan pembangunan Rumah Sakit EMC.

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor menggelar diskusi publik mengenai rencana perluasan dan pengembangan pembangunan Rumah Sakit EMC seluas 12.995 meter di aula Desa Citaringgul, Kamis ( 18/11).

Pihak rumah sakit berupaya melakukan pengembangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat, dan persiapan pasien BPJS.

Kepala Desa Citaringgul, Fredy Agustian menjelaskan tujuan diskusi publik untuk menyampaikan informasi transparan kepada masyarakat, kesetaraan posisi di antara pihak-pihak yang terkait, penyelesaian masalah yang bersifat adil dan bijaksana, koordinasi komunikasi dan kerja sama diantara para pihak terkait.

BACA JUGA: Pemdes Sukamaju Kebut Target Vaksin

“Sasaran diskusi ini adalah masyarakat yang terkena dampak langsung, dan masyarakat yang terpengaruh dalam segala keputusan yang terkena dampak proses Amdal masyarakat dan pemerhati lingkungan,” ucap Fredy Agustian.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan oleh Dr. Cahyo perwakilan dari RS EMC yang mengatakan, RS EMC berencana untuk memperluas kawasannya. Oleh karena itu dia mengajak warga yang berdampak untuk melakukan konsultasi dan musyawarah.

“Saat ini baru konsultasi dengan publik, untuk persiapakan izin Amdal (analisa dampak lungkungan) jika semua izin sudah diterpenuhi maka kami berharap pelaksanaan pembangunannya di akhir tahun 2021,” jelas Dr.Cahyo.

BACA JUGA: Sempat Ngeluh Beban Vaksinasi, Sejumlah Kades di Cibungbulang Kini Tersenyum Lebar

Sementara Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid juga memaparkan dalam sambutannya. Dia bersyukur di wilayahnya akan ada penambahan pembangunan rumah sakit, karena ini akan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat. Apalagi pembangunan pengembangan rumah sakit untuk pasien BPJS.

“Harapan saya untuk warga kami ada prioritas dalam pelayanan BPJS. Dan tidak ada kata menolak pasien BPJS dari warga sekitar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam diskusi publik tersebut, RT dan RW, tokoh masyarakat, karang taruna, Babinmas dan Babinsa.

**nay/tedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here