Warga Curug Dihantui Banjir dan Longsor. Ini yang Dilakukan Kepala Desa Anton

0
Tebingan kerap merosot bahkan hampir menutupi sungai saat turun hujan.

JURNAL INSPIRASI – Tebingan Sungai Cibeureum Blok Cihanja yang berada di Kampung Curug RT 01 RW 01 Desa Curug, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor kondisinya saat ini menghantui warga.

Anton

Pasalnya, tebingan setinggi 100 meter yang berada di bantaran kali Sungai Cibeureum tersebut, merosot bahkan hampir menutupi sungai.

Tokoh masyarakat setempat, Ace Shaeludin mengatakan, kejadian pergeseran tebingan sungai tersebut kerapkali terjadi saat musim hujan. “Ini sudah ketiga kalinya tebingan itu menggeser menutupi sungai ini. Saat hujan turun kita was-was apalagi kalau hujannya malem itu lebih ngeri kita lebih baik mengungsi ke kampung tetangga karena tidur  juga tidak nyenyak kalau malem,” kata Ace.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

Selain itu kata dia, setiap musim hujan deras disini sering banjir dan air naik ke permukiman warga

terutama yang ada di bantaran kali. Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk di buatkan Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Jadi mohon kepada pihak pemerintah untuk dibuatkan TPT buat antisipasi terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti banjir,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Curug, Aton membenarkan banyak warga yang melaporkan sering terjadi longsor dan banjir ke rumah warga jika ada hujan deras.

BACA JUGA: Baru Tersentuh Pembangunan, Cigudeg Gunakan Samisade Bangun Jalan di Pelosok Kampung

“Sekitar ada dua titik yang terancam bencana longsor, di antaranya Kampung Curug RT 01 RW 01 dan Kampung Asuh RT 06 RW 3,” kata Kades Anton kepada Jurnal Bogor, Selasa (16/11).

Setiap turun hujan warga di sana selalu was-was dan kerap dihantui rasa takut dengan bencana longsor tebingan setinggi 100 meter yang kerap terjadi ketika musim penghujan datang.

Bahkan kata Aton, pihaknya ketika  turun hujan selalu melakukan diteksi dini dengan mengumumkan ke warga lewat pengeras suara masjid  agar warga tidur tidak terlalu lelap.

“Ketika turun hujan sore hari saya memerintahkan staf desa dan RT/RW agar melakukan pengumuman (diteksi dini) agar warga waspada dan tidur tidak terlalu lelap untuk menghindari adanya korban bencana longsor,” katanya.

BACA JUGA: Salurkan BPNT, Agen di Desa Sukamaju dan Singasari Sesuai Aturan

Bahkan lebih lanjut ia mengatakan, longsor di Kampung Curug itu sudah dua kali terjadi pada awal 2020 dan pertengahan 2021. Longsoran tebingan menutup aliran Sungai Cibeureum sehingga terjadinya banjir.

“Titik longsoran itu tidak jauh dari pemukiman warga di Kampung Curug kurang lebih ada 100 jiwa yang terancam belum lagi di Kampung Asuh,” katanya.

Dia berharap agar tebingan yang sering terjadi longsor ketika turun hujan besar segera dibangun oleh dinas terkait.

“Kita sudah usulkan dua kali di Musrembang, namun belum terealisasi. Harapan saya besar sekali untuk segera direalisasi pengajuan yang sudah kami ajukan melalui PUPR karena itu sangat dibutuhkan (TPT) untuk mencegah banjir bandang dan longsor,” pungkasnya.

**andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here