Pembangunan GOM Gunung Putri Berstatus Minus, Ini Kata Achmad Fathoni

0
Achmad Fathoni saat mengecek pembangunan GOM.

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan GOM di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih dalam status minus 9, dimana yang seharusnya sudah mencapai 50 %, namun karena kendala diawal progres kini baru sekitar 40 % an. Pembangunan GOM ini terkendala akses jalan.

Achmad Fathoni, anggota DPRD Komisi 3 disela – sela reses Dapil 2 mengatakan, dia pada pekan lalu mengecek progres pekerjaan yang sudah berjalan dan memastikan bangunan pendukung seperti saluran dan pagar untuk GOM tersebut.

“Pekerjaan ini dikarenakan molor diawal proyek, karena persoalan sengketa tanah dan akses jalan,” jelas Fathoni biasa disapa, Selasa (16/11).

BACA JUGA: Sikapi Keluhan Pedagang, Heri Akan Pertanyakan Legalitas Toko Mario

Menurutnya, untuk pembangunan GOM tahun ini , yang dikerjakan oleh PT Unedo Phazippo Utama itu hanya bangunan gedungnya saja tanpa ada bangunan pendukung seperti pagar dan sejenisnya karena belum masuk perencanaan. Untuk itu dia akan mendorong untuk di tahun anggaran yang akan datang agar bangunan pendukung itu segera direalisasikan untuk menyempurnakan pembangunan GOM.

“Gambar lengkap itu kan gedung plus pagar, halaman, tempat parkir dan saluran drainase itu sama sekali belum masuk jadi pembangunan itu hanya gedungnya saja,” jelas Aleg yang berangkat dari PKS tersebut.

Dia membayangkan jika nanti gedung itu bagus dan selesai dicat, lantainya sudah dikeramik, tapi saat orang datang kesitu “bletok ” bagaimana. Untuk itu dia tidak habis pikir bagaimana saat perencanaan teknis dewan tidak dilibatkan dan ketika dicek ternyata memang anggarannya tidak ada dan itu akan menjadi PR untuk menyampaikan kepada dinas terkaita dalam hal ini tidak hanya Dispora saja, ada Disdik dan PUPR yang juga harus dilibatkan untuk menyempurnakan bangunan pendukung tersebut.

BACA JUGA: Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

“Paling tidak sampai akhir tahun ini minimal ada tindakan yang diambil untuk pembangunan drainase, syukur-syukur sampai pengkondisian jalan untuk penangan banjir,” pungkasnya.

Dia berharap yang terpenting pekerjaan GOM bisa diselesaikan, mengingat jangka waktu tinggal 1 bulan setengah lagi, tapi pekerjaan belum mencapai 50%  dan dia juga berharap ada solusi untuk akses jalan masuk juga karena akses jalan masuk yang saat ini dipakai ternyata hanya akses jalan sementara.

“Jangan sampai bangunan yang diidam-idamkan masyarakat terbengkalai, apalagi ini sudah ditunggu bertahun – tahun, harusnya sudah matang perencanaannya,” pungkasnya.

**naynur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here