Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

0
Pemerintah Desa Leuwinutug melaksanakan Musrembangdes.

Camat Citeureup Kecewa Pimpinan Perusahaan Tidak Hadir

JURNAL INSPIRASI – Dalam rangka menentukan skala prioritas pelaksanan pembangunan tahun anggaran 2022, Pemerintah Desa Leuwinutug melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di aula Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (16/11/2021).

Pada kegiatan tersebut turut dipamerkanan produk – produk unggulan UMKM Desa Leuwinutug, mulai dari kerajinan tanga, souvenir, dan bahan pangan, yang semuanya merupakan hasil binaan Desa Leuwinutug yang juga turut melibatkan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Dalam sambutanya Camat Citeureup Ridwan Said menyampaikan kekecewaannya terhadap pimpinan atau perwakilan beberapa perusahan yang tidak hadir dalam undangan Musrenbangdes, yang notabene membicarakan pembangunan di wilayah.

BACA JUGA: 2022, Lahan Intersection R3 Dibebaskan

“Terimakasih kepada pimpinan- pimpinan perusahaan yang sudah hadir, namun ada rasa kecewa saya juga kepada perusahan-perusahan yang sudah di undang namun hari ini tidak hadir tanpa pemberitahuan ” ujar Ridwan.

Masih kata dia, tujuan dikumpulkannya semua kalangan masyarakat dan perusahaan agar mengetahui dan mendukung program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Desa Leuwinutug khususnya, dimana baik masyarakat maupun perusahaan mempunyai peranan penting untuk pembangunan desa.

“Hadir dong jika diundang, biar tau desa punya program apa, berapa jumlah anggaran yang masuk ke desa, dan apa saja yang sudah dikerjakan oleh desa,” ucapnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Leuwinutug Deden Saepul Hamdi. Tujuannya mengundang  perusahan-perusahan di wilayahnya agar mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan program apa yang akan dijalankan oleh desa.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Dipertanyakan Kepada Dewan Dapil Selatan

“Disini, kurang lebih ada 30 UMKM, bertahan baru ada 13 UMKM yang dibina Universitas Al-Azhar Indonesia, dengan kita tampilkan UMKM seperti ini agar pimpinan perusahaan tahu ada gak yang bisa kita gunakan dan ada gak yang bisa dikolaborasikan,” ujar kang Denz, sapaan akrabnya

Lebih lanjut kang Denz menjelaskan, jika memang para pimpinan perusahan tidak mau ada proposal sering disampaikan jangan berikan masyarakat uang tapi berikan kegiatan, baik dari penyerapan tenaga kerja, atau kegiatan lainnya.

“Namun untuk perjanjian akan menyerap tenaga kerja saja tidak konsisten, saya  sampaikan ke pak Camat yang tidak hadir dalam dalam acara Musrenbangdes ini perpanjangan SKDU ini tidak saya perpanjang kecuali pimpinan perusahan yang langsung menghadap ke saya, dan saya sudah izin ke pak camat,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemdes Ciburayut Sediakan Pelayanan Ambulance Gratis

“Sekarang ini perusahan datang hanya untuk perpanjangan SKDU, kita punya karang taruna, kita punya SLH, apabila dibutuhkan silakan libatkan, tapi pada kenyataannya saya ajak musyawarah agar memahami apa yang jadi perencanaan saja tidak hadir. Usulan dari masyarakat itu sifatnya bukan pribadi tapi untuk umum, sedangkan untuk tahun Anggaran 2022 kurang lebih sampai, 8,6 miliar anggaran yang harus kita anggarkan,  sedangkan pendapatan kita hanya 4 miliar, ayo kita sama-sama cari solusi untuk pembangunan desa,” jelas Kang Denz.

Dia berharap, ada respon baik yang didapat dengan mengundang beberapa perwakilan perusahaan walaupun tidak semuanya hadir pada saat ini, semoga kegiatan Musrenbangdes ini bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan di tahun berikutnya dan dia mengucapkan terimakasih untuk para tamu undangan, baik dari perwakilan tokoh masyarakat, sekolah, maupun pimpinan perusahaan yang sudah bersedia menghadiri acara.

**nay/tedy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here