Toko Mario Buka, Pedagang Pasar Caringin Gulung Tikar

0
Sejumlah pedagang di Pasar Caringin tutup.

JURNAL INSPIARSI – Pasar Caringin yang sudah berdiri puluhan tahun, kini diambang kehancuran. Sebab, sejumlah pedagang yang didominasi warga pribumi di pasar tradisional milik Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor itu, satu persatu sudah mulai gulung tikar dan menutup kios yang menjadi sumber penghasilannya tersebut.

Ketua Paguyuban Pasar Caringin, RK Muhamad Taofiq membenarkan sejumlah pedagang di pasar desa ini bangkrut dan memilih menutup kiosnya.

 “Kios-kios yang tutup itu, yakni pedagang pakaian, sepatu atau pedagang komoditas sandang lainnya,” ungkapnya kepada wartawan di Pasar Caringin, Sabtu (13/11).

BACA JUGA: Satu Desa di Wilayah Ini Gaptek

Menurutnya, kondisi seperti ini terjadi, setelah Toko Mario yang menjual semua komoditas dibawah harga pasar dan membuat kerugian para pedagang dibiarkan buka kembali.

 “Harganya benar-benar membuat bangkrut pedagang yang ada di pasar desa,” keluh RK Muhamad Taofiq yang biasa dipanggil Jalal.

Keberadaan Toko Mario, lanjut Jalal, tidak hanya dirasakan satu pedagang saja, melainkan semua pedagang yang ada di pasar tradisional ini. Karena, pemilik Toko Mario menjual semua produk atau komoditas.

 “Mulai dari semua jenis pakaian, sepatu, peralatan sekolah hingga pelengkap ibadah pun ada. Dan harganya dibawah harga jual para pedagang disini,” paparnya.

BACA JUGA: Progres Samisade Tahap 2, Pemdes Curugbitung Fokus Bangun Insfrastruktur

Padahal, kata Jalal, selama pasar ini berdiri, para pedagang yang berjualan di Pasar Desa Caringin sudah bersepakat untuk mengedepankan budaya kearifan lokal, yaitu setiap pedagang hanya menjual satu komoditas saja.

 “Kami para pedagang di pasar ini, minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menutup Toko Mario selamanya dan jangan memberikan izin,” tegasnya.

Jalal mengungkapkan, permintaan pedagang di Pasar Caringin agar Pemkab Bogor menutup Toko Mario, bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor pernah menutup toko tersebut hingga dilakukan pemasangan pita kuning atau garis line.

 “Aneh saja, sekarang malah buka. Masalahnya saja belum selesai,” ujarnya.

Sementara, Lukman, warga Desa Cimande Kecamatan Caringin yang paling merasakan dampaknya setelah berdiri Toko Mario. Bahkan, sepinya pembeli membuat Lukman gulung tikar dan terpaksa menutup kios yang telah ditempatinya selama belasan tahun tersebut.

BACA JUGA: Tamu dan Karyawan Wajib Scan Barcode PeduliLindungi sebelum Masuk Kantor Tirta Pakuan

 “Mau gimana lagi, hampir empat bulan dagangan saya tidak ada yang beli. Karena tidak bisa bayar sewa kios dan iuran, akhirnya kami tutup,” keluhnya.

Lukman berharap, Pemkab Bogor tidak menutup mata dan membiarkan para pedagang kecil lainnya yang ada di Pasar Desa Caringin ini, bernasib sama seperti dirinya.

 “Kalau Toko Mario dibiarkan tetap buka dan tidak ditutup, kasihan pedagang yang sekarang masih bertahan di pasar tradisional ini,” imbuhnya.

**dedesuhendar/denipratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here