Tidak Ada Lapang, Sekolah Minta Penghapusan Aset Gedung Perpustakaan

0
Lahan sekolah di SDN Cikereteg 3 terbatas.

JURNAL INSPIRASI – Keterbatasan lahan membuat siswa di SDN Cikereteg 3, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tidak pernah melakukan upacara. Kegiatan yang selalu dilaksanakan semua siswa di hari pertama masuk sekolah atau setiap Senin itu, seakan sudah dilupakan.

Kepala SDN Cikereteg 3, Endang Mahfudin mengatakan, sempitnya lahan sekolah menjadi salah satu faktor tidak adanya lagi kegiatan upacara bendera yang dilakukan siswa dan guru pada hari Senin.

 “Lahan untuk kegiatan upacara bendera di sekolah kami tidak cukup. Bagaimana mau melaksanakannya kalau lahan sempit,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Tamamul Fikri Terpilih Aklamasi Ketua KNPI Leuwisadeng

Selain tidak bisa melaksanakan upacara, lanjutnya, keterbatasan lahan pun menghambat program sekolah diluar kegiatan belajar, seperti memberikan pelatihan drum band, olahraga atau kegiatan tambahan sekolah lainnya.

 “Sebenarnya siswa antusias untuk bisa belajar drum band, sayang nya lapangan yang ada tidak luas. Jadi kami batasi untuk siswa yang belajar drum band,” aku Endang.

Sempitnya lapang sekolah yang ada, sambung Endang, setelah berdirinya ruangan perpustakaan yang dibangun kepala sekolah sebelumnya.

 “Kalau tidak ada bangunan perpus, lapang di sekolah ini cukup untuk kegiatan upacara maupun latihan drum band,” paparnya.

BACA JUGA: Sunda Akur Dukung Pemindahan Kantor Kecamatan Tanjungsari

Endang akan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) serta bagian aset daerah, untuk menghapus aset gedung perpustakaan di SDN 3 Cikereteg dengan membongkarnya.

 “Kebetulan untuk perpus masih ada ruangan yang kosong. Biar lapang sekolah seperti dulu lagi,” imbuhnya.

Sementara, Ketua RW 09 Kampung Ciderum, Dede Boris mendukung rencana sekolah yang akan membongkar gedung perpustakaan untuk dijadikan lapang kembali.

Alasan mendukung, karena dari awal berdiri SDN Cikereteg 3 ini dengan nama sebutan Inpres, lapang yang sekarang dibangun gedung perpustakaan, satu-satunya lahan kosong untuk digunakan siswa upacara, olahraga dan bermain.

BACA JUGA: Penanganan Banjir, Ini Kata Fathoni

 “Dari awal berdiri sampai sekarang, tidak pernah ada perluasan lahan dan masih tetap seperti ini. Makanya sangat disayangkan kalau lapang sekolah ada bangunan,” tegas Boris panggilan akrab sehari-hari.

Lapang sekolah yang berada di wilayah RT 03 RW 09 ini, kata Boris, tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan siswa atau sekolah saja. Tetapi, warga pun selalu memanfaatkan lapang ini untuk kegiatan olahraga bulu tangkis.

 “Dulu sampai malam juga masih rame, karena sering digunakan oleh warga untuk bulu tangkis. Dan setiap tahun selalu ada event turnamen. Saya harap pengajuan penghapusan aset gedung perpustakaan, disetujui pemerintah,” tukasnya.

**denipratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here