Penanganan Banjir, Ini Kata Achmad Fathoni

0
Achmad Fathoni

JURNAL INSPIRASI – Banjir yang sempat menghebohkan wilayah Gunung Putri beberapa waktu lalu masih menjadi perhatian khusus sampai saat ini. Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor Burhanudin bahkan memanggil beberapa kepala desa di Kecamatan Gunung Putri guna mencari upaya penanggulangan bencana tersebut.

H.Amir Arsyad, salah satu kepala desa yang dipanggil oleh Sekda menyebutkan, banjir terjadi karena macetnya saluran drainase dan tidak adanya saluran air serta pemukiman warga lebih rendah posisinya.

“Banjirnya memang tidak lama namun bisa bikin semua basah dan rusak, jadi tetap harus ada penanganan supaya hal yang sama tidak terulang lagi,” jelas H.Amir, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Wali Kota Ajak Kalahkan Kemiskinan dan Kebodohan

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengungkapkan, sebelum banjir terjadi dia sudah memprediksi hal tersebut akan terjadi. Pasalnya, ruang yang menjadi resapan kini sedang dalam tahap pembangunan yang mengakibatkan air menuju ke tempat yang lebih rendah yaitu Perumahan Griya Bukit Jaya dan beberapa tempat lainnya.

“Kalau Bojong Kulur mungkin sudah disebut langganan banjir jika musim hujan, dan sekarang bukan hanya Desa Bojong Kulur saja, tapi sudah merambah ke Desa Tlajung Udik , Desa Bojong Nangka dan kita tidak boleh mendiamkan itu,” jelas Fathoni biasa disapa, Kamis (11/11).

Masih kata dia, memang untuk pembangunan konstruksi saluran akan dilaksanakan tahun depan dan DED-nya sudah dianggarkan untuk tahun ini. Tetapi jangan menunggu sampai tahun depan dam harus ada tindakan nyata yang dilakukan oleh dinas terkait.

BACA JUGA: Tirto Adhi, Jurnalis Kritis Pembela Rakyat

“Saya sudah pernah mengajak keliling Kabid Pak Dede untuk melihat wilayah yang berpotensi banjir.  Saya harap segera ada penanganan status darurat bencana hingga bisa dianggarkan untuk pemasangan saluran non konstruksi,” jelasnya.

Apalagi, masih kata dia, sudah ada pemanggilan yang dilakukan oleh Sekda beberapa waktu lalu dan tinggal aksinya saja agar masyarakat juga tidak berlarut – larut merasakan dampak bencana banjir yang datang saat hujan turun.

“Harapan saya agar disegerakan untuk pembuatan saluran non konstruksi dengan memberikan status tanggap bencana, dan itu pun sudah saya sampaikan kepada Pak Kadis beberapa waktu lalu, semoga segera terlaksana,” pungkas Fathoni penuh harap.

**naynur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here