Bentuk Apresiasi, Pemkab Bogor Perjuangkan Status Guru Honorer Jadi P3K

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperjuangkan penetapan guru honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Guru Honorer (PGH) ke 2 Kabupaten Bogor, di Mega Hotel dan Resort Cipayung, Kecamatan Megamendung, Jumat (5/10).

Burhanudin mengatakan, apa yang dilakukan Pemkab Bogor terhadap guru honorer dengan terus berupaya untuk diangkat statusnya menjadi P3K, sebagai bentuk apresiasi.

Dimana, lanjutnya, apresiasi tersebut buah dari kerja keras para guru honorer dalam memberikan pelayanan pendidikan merata dan berkualitas terhadap anak didiknya ditengah kondisi pandemi Covid-19.

“Makanya kami di Pemkab Bogor terus memperjuangkan status semua guru honorer jadi P3K,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, di Pemkab Bogor ada sekitar 10.082 guru honorer yang dinyatakan telah lulus P3K. Untuk tahun 2019 sebanyak 1.112 dan tahun 2021 sekitar 1.319 yang lulus P3K.

“Melalui program Pancakarsa, khususnya Karsa Bogor Cerdas, kami itu konsisten. Pokoknya setiap tahun P3K itu harus ada. Mungkin di Jawa Barat (Jabar), program P3K di wilayah kita yang paling tinggi,” aku Burhanudin.

Dijelaskan Burhanudin, pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah pandemi dan akselerasi transformasi digital, stakeholder pendidikan harus mengajar dengan cara baru, seperti hybrid dan e-learning.

Perubahan pola belajar dan mengajar, sambung Sekda, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi peserta pendidik maupun para pendidik, sehingga guru dituntut untuk terus berupaya menciptakan pembelajaran yang efektif meskipun harus dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.

“Memiliki 1.844 sekolah jenjang SD, sebanyak 522.312 peserta didik dan 718 jenjang SMP dengan jumlah peserta didik sebanyak 208.164 yang tersebar di 40 kecamatan. Kami menyadari tantangan yang dihadapi dunia pendidikan ini sangat berat, terutama untuk guru, padahal maju mundurnya bangsa ditentukan oleh guru,” papar Burhanudin.

Selain memperjuangkan status guru honorer menjadi P3K, bentuk apresiasi lain yang sudah dilakukan Pemkab Bogor, yakni dengan memberikan insentif bagi 8.440 tenaga pendidik dan 1.305 guru honorer jenjang PAUD, SD dan SMP serta berbagai program lainnya dalam Karsa Bogor Cerdas.

“Semoga Musda PGH ke-2 ini dapat merumuskan program kegiatan yang bermutu bagi kemajuan organisasi selanjutnya,” tukas Burhanudin yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Ketua PGRI Kabupaten Bogor.

**dedesuhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here