Jelang WCD, Pegiat Lingkungan Bersihkan Sungai Cileungsi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Jelang peringatan World Cleaning Day (WCD) atau yang lebih akrab disebut hari bebersih sedunia, yang akan diperingati pada 21 September mendatang secara serentak di 157 negara, Panitia WCD Kabupaten Bogor dan beberapa unsur pegiat lingkungan melakukan pemanasan dengan membersihkan sampah sepanjang jalur Sungai Cileungsi yang berada di Desa Wanaherang , Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ahmad Fathoni yang terjun langsung melakukan bersih-bersih sepanjang sungai Wanaherang-Cileungsi. Fathoni biasa disapa mengatakan adanya kegiatan bebersih sungai ini diharapkan masyarakat sadar untuk menjaga lingkungan dan setidaknya masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Cileungsi.

“Saat saya dan rekan-rekan menyusuri sungai, sampah dan limbahnya sungguh luar biasa banyak dan itu pun ada yang bisa kita jangkau, dan masih banyak juga yang tidak bisa kita jangkau,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini akan diikuti oleh komunitas dan masyarakat yang lain sehingga yang paling penting ditekankan adalah cinta tanah air dan ini bagian dari kecintaan tanah air, tidak hanya diteriakan nasionalisme cinta tanah air, tapi mesti diaplikasikan salah satunya dengan menjaga alam.

“Hal yang ingin saya sampaikan untuk semua masyarakat ialah sadar bahwa alam ini milik kita bersama, Ini adalah sampah kita, yang harus kita kelola, kita yang harus kelola dengan kesadaran itu, Saya berharap tidak perlu ada tindakan-tindakan hukum sekalipun itu ada Perda-nya , dimana isi Perda tersebut  menyatakan orang membuang sampah itu kita kena hukuman denda 50 juta penjara 6 bulan. Nah, kita tidak ingin sampai ke sana kita hanya ingin menyadarkan. Tetapi ada juga kita dapati di tepi sungai orang sengaja membuang limbahnya ke sungai ini,” cetusnya.

Lanjutnya, ingin menunjukan kepada masyarakat dan pengusaha karena pemerintah mau menjaga alam ini dan akan menindak tegas pencemaran oleh karena itu untuk para pengusaha jadilah pengusahan yang sadar tidak merusak lingkungan , karena merusak alam adalah bagian dari menghianati penjaga alam (khalifah) oleh karena itu boleh usaha tapi ikuti aturan jaga alam, dan alangkah lebih bagusnya  jika dalam kegiatan WCD ini pengusaha juga ikut menurunkan stafnya, baik manajer maupun direktur untuk susur sungai

“Mungkin dengan diajaknya para pengusaha nakal tersebut susur sungai bisa merasakan bau dan melihat hitamnya sungai akibat perbuatan oknum yang hanya memikirkan keuntungan dalam usahanya tanpa memikirkan dampak pencemarannya,” katanya.

Dia berharap semua pihak termasuk pengusaha agar menjaga alam.  Pengusaha jangan berpikir hidup selamanya, dan jangan berpikir hidup hanya sendiri karena ada anak cucu yang suatu saat mungkin akan kena dari limbah yang dibuat. “Karena itu marilah kita menjaga alam kita bersama sama, dengan begitu alam pun akan menjaga kita,” tanadasnya.

Terpisah, Wawan Ramdani Ketua WCD Kabupaten Bogor mengatakan, upaya ini adalah sebuah kampanye global dunia yang diharapkan setelah kegiatan ini bisa diekspos dan diketahui seluruh masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengaplikasikan kegiatan yang sama di lingkungannya masing-masing, baik saat perayaan WCD maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagaimana kita tau kita satu orang bisa menghasilkan sampah 0,7 kg per hari, bayangkan jika di rumah ada 4 orang, dan dikali 10 hari, dikali sebulan, di kali setahun, apa yg kita hasilkan dari sampah itu?,” jelasnya.

Menurutnya, sampah kita tidak mungkin menjadi tanggung jawab orang lain, tidak bisa dilimpahkan kepada pemerintah dan DLH. erlu diketahui oleh masyarakat jika  dalam 1 hari Kabupaten Bogor menghasikan sekitar 2700 perton, sedangkan DLH itu hanya mampu mengelola sekitar 700 ton perhari, oleh karena itu kita adakan kampanya-kampanye seperti ini untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat.

“Ada 2 titik WCD kali ini, tim yang lain berada di  Setu Desa Gunung Putri dan kita ada di sungai ini, mungkin kemudian nanti kita ada beberapa titik lagi di setu, sungai, di danau, di lingkungan di perkampungan hingga sampai tanggal 24, dan diharapkan setelah itu masyarakat terus teringat kan, terus merasa diajak untuk bertanggung jawab terhadap sampah itu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here