Tokoh Masyarakat Cijeruk Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan Jalan

0

Cijeruk | Jurnal Inspirasi

Rusaknya sejumlah ruas jalan Kabupaten Bogor di Kecamatan Cijeruk,  yang kerap dikeluhkan warga hingga saat ini belum juga ada perbaikan. Kondisi ini dipertanyakan tokoh masyarakat Kecamatan Cijeruk.

Indra Surkana, tokoh masyarakat Kecamatan Cijeruk mempertanyakan kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Ciomas yang terkesan tidak bisa kerja. Menurutnya, saat ini hampir sejumlah ruas jalan Kabupaten Bogor yang ada di wilayah Cijeruk, kondisinya sudah mulai rusak parah dan berlubang.

Indra mencontohkan kondisi ruas jalan yang rusak parah, namun belum juga dilakukan perbaikan, yakni ruas Jalan Cibalung-Cipicung, Ciadeg-Warung Menteng maupun ruas Jalan Ciburayut. “Lihat saja semua ruas jalan itu, kondisinya sudah rusak dan dibiarkan saja,” ungkapnya kepada wartawan.

Indra mengatakan, setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengalokasikan anggaran pemeliharaan yang nilainya lumayan besar. Bahkan, untuk satu UPT Jalan dan Jembatan, anggaran pemeliharaan nilainya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran.

 “Itu tergantung volume atau tingkat kerusakan nya. Satu ruas saja nilainya mencapai puluhan juta. Bayangkan saja bila di satu UPT itu terdapat puluhan ruas jalan,” jelasnya.

Untuk itu, Indra minta agar Pemkab Bogor dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengecek langsung kondisi jalan kabupaten di wilayah Cijeruk. Sehingga bisa mengetahui langsung kinerja pegawainya yang ada di wilayah.

 “Kepala Dinas PUPR jangan hanya mendapatkan laporan dari pegawai nya saja, turun ke wilayah dan lihat infrastruktur yang ada di tiap kecamatan. Kami sebagai warga, punya hak untuk mendapatkan fasilitas umum yang layak,” tegasnya.

Sebelumnya, pengguna jalan yang melintas di ruas Cibalung-Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, keluhkan kondisi jalan rusak. Kerusakan jalan Kabupaten Bogor itu, dari mulai pertigaan depan rumah makan Durian Warso hingga batas akhir Cibalung sebelum palang pintu rel KA Maseng.

Bahar, pengguna jalan saat melintas di ruas Cibalung-Cipicung mengeluhkan kondisi jalan rusak parah tersebut. Bahkan, sebagian ruas jalan sudah berlubang dan digenangi air. “Kalau dibiarkan saja tanpa ada perbaikan, membahayakan pengendara terutama roda dua,” ungkapnya kepada wartawan.

Ia mengungkapkan kondisi jalan rusak dan tidak lebar, membuat para pengendara harus berhati-hati. Sebab, rawan terjadi kecelakaan lalulintas. “Saya tiap hari melintas jalan ini, tidak sedikit para pengendara hampir mengalami kecelakaan, baik tunggal maupun tabrakan,” ujar Bahar.

Tak hanya kondisi jalan rusak, lanjutnya, sebagian bahu jalan yang berada di tebing sudah mulai terjadi longsor. Dimana, dibawah tebing terdapat kali besar yang suatu waktu selalu terjadi banjir. “Warga sudah membuat tulisan pemberitahuan rawan longsor dipinggir tebing,” tukas Bahar.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here