Diduga Jadi Penyebab Jalan Rusak, Dishub Jabar Catat 300 Tronton Tambang Melintasi Jalur Bogor Barat

0
14

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Banyak truk tronton bertonase melebihi muatan yang mengangkut material hasil tambang dari kawasan Cigudeg melintasi  Wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor. Selain sering menimbulkan polusi, kecelakaan juga banyak terjadi dan truk pengangkut material hasil tambang diduga menjadi  penyebab jalan cepat rusak apalagi ditambah intensitas curah hujan yang tinggi belakangan ini.

Petugas Dishub Provinsi Jawa Barat pun mencatat bahwa memang jalan di wilayah Bogor Barat sering dilintasi truk-truk pengangkut material tambang dari wilayah Cigudeg seperti pasir, batu dan tanah merah. “Untuk rata rata truk tronton yang melintas itu per hari 10 sampai 15 truk tronton yang membawa muatan dari arah Cigudeg menuju Bogor,” kata petugas Dishub Provinsi Jabar Syukron, Selasa (23/2/2021).

Meskipun tak sebanyak tahun 2019 lalu, namun per hari bisa mencapai 20 lebih armada tambang yang melintas, namun penurunannya tidak terlalu banyak. “Yang banyak itu tahun 2019 sekitar 20 tronton per harinya sekarang 10-15 tronton dan kebanyakan mereka pada malam hari ditambah Sabtu Minggu semenjak ada ganjil genap itu sedikit,” kata Syukron.

Jika saat ini dihitung per hari rata rata 10 truk tronton yang melintas per minggu sekitar 70 tronton yang melintas dengan tonasenya yang kadang melebihi kapasitas. “Kalau 70 tronton per minggu berarti per bulannya bisa mencapai kurang lebih sekitar  300 truk tronton yang melintas membawa material tambang,” kata Syukron.

Dengan kondisi tersebut, wajar jika jalan cepat mengalami kerusakan dan berlubang ditambah saat ini sering terjadi hujan. “Yang kondisi itu bisa mempercepat rusaknya jalan,” pungkasnya.

Ia pun mengatakan pihaknya hanya melaksanakan pencatatan, namun  untuk penindakan truk tronton melebihi tonase tidak ada sanksi dan hanya peneguran saja. “Paling ditegur itu bahaya jangan melebihi tonase,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here