Berikan BST, Pemdes Leuwinutug Jemput Bola

0
48

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Hindari kerumunan masa di masa pandemi Covid-19, Pemdes Leuwinutug melakukan jemput bola dalam membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dibagi di 3 dusun agar berjalan kondusif, Senin (22/02).

Kades Leuwinutug Deden Saiful Hamdi mengatakan, pembagian BST dibagi di 3 dusun selain untuk menghindari kerumunan juga untuk mempermudah masyarakat karena akses yang lebih dekat dengan rumahnya. “Kita bagikan BST dari Kementrian yang disebar di 3 dusun dengan jumlah 300 ribu rupiah /KPM,” kata Kang Denz biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/02).

Dia menjelaskan untuk periode ke-2 Januari ini ada 2.383 KPM penerima BST yang tersebar di 3 dusun, dusun 1 sebanyak 748 KPM, dusun 2 sebanyak 741 KPM, dan dusun 3 sebanyak 894 KPM yang sistem pembagiannya jemput bola di 3 titik dusun tersebut yakni dusun 1 dibagikan di SDN Leuwinutug 03, dusun 2 di SDN Hambalang 5, dan dusun 3 dibagikan di SDN Leuwinutug 5.

“Dari 2.383 KPM penerima BST ada sekitar 80 KPM yang tidak mengambil bantuan dari Kementerian Sosial tersebut dengan keterangan berbeda-beda ada yang sudah meninggal, ada yang sudah pindah dari Desa Leuwinutug dan ada yang tidak datang karena sedang keluar kota,” jelas Kang Denz.

Terpisah, salah satu warga RT 05 /02  Mukhlas mengatakan rasa terima kasihnya kepada RT dan Pemerintah Desa Leuwinutug karena bantuan BST yang diterimanya bisa membeli kebutuhan pokok berupa beras minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

“Alhamdulilah dari uang 300 ribu yang kami terima sudah kami belikan beras dan minyak, saya ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa dan Ketua RT,” kata Mukhlas.

Senada, Kordinator lapangan POS Indonesia Desa Leuwinutug Novitasari menyampaikan, pihak POS hanya membagikan sesuai data yang diterimanya dari Kementerian Sosial dan untuk KPM yang belum mengambil haknya akan ditunggu sampai akhir Februari dan jika belum diambil juga maka uang tersebut akan dikembalikan kepada negara.

“Untuk yang sedang keluar kota akan kami tunggu sampai akhir bulanĀ  February ini, namun untuk yang sudah meninggal dan pindah dari Desa Leuwinutug akan kami return dan kembalikan kepada negara serta datanya sebagai penerima BST akan kami coret,” tukas Novitasari.

** Nay Nur’ain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here