Pengunjung Membludak, Cimory Riverside Diduga Langgar PPKM

0
21

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Meski Pemerintah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah mensosialisasikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro termasuk jam operasional resto, kafe, rumah makan maupun hotel, namun hal itu disinyalir tidak digubris pengusaha Cimory Riverside di Desa Cipayung Girang.

Pada Minggu (21/2) lalu, pengunjung ke Cimory Riverside membludak hingga dua area parkir dipadati kendaraan tamu yang didominasi plat nomor polisi luar daerah.

Fani, salah seorang pengendara roda dua mengaku heran dengan penuhnya lahan parkir pengunjung ke Cimory Riverside. Padahal, saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor, sudah kembali memperpanjang PPKM dari tanggal 22 Februari sampai 8 Maret.

 “Aneh ya di Cimory Riverside pengunjung dibiarkan membludak. Seperti tidak ada PPKM,” ujarnya kepada wartawan.

Fani mempertanyakan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Megamendung yang terkesan melakukan pembiaran. Seharusnya ada petugas yang memantau jumlah pengunjung. “Ini mah sepertinya tidak ada batasan jumlah pengunjung,” paparnya.

Ia menilai, PPKM yang saat ini sedang diterapkan pemerintah, hanya berlaku terhadap pengusaha resto dan kafe yang hanya skala kecil.  “Kalau mau benar diterapkan, PPKM harus berlaku juga kepada pengusaha sekelas Cimory. Biar tidak ada kecemburuan sosial dari pengusaha yang sama,” tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan menyatakan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi PPKM, termasuk kepada pengusaha Cimory.  “Kami pun minta agar kapasitas pengunjung hanya 50 persen dari jumlah kursi yang ada. Dan kami juga sering menegurnya,” imbuhnya.

Sampai saat ini, dari pihak pengusaha Cimory Riverside, belum memberikan keterangan apa pun terkait membludaknya pengunjung tersebut.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here