Aktivis Sebut Jalan Berlubang di Bogor Barat Akibat Truk Tambang

0
26

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Intensitas hujan yang cukup tinggi belakang ini selain menyebabkan beberapa bencana alam, tingginya curah hujan juga membuat banyak ruas jalan cepat rusak. Apalagi jalan provinsi di wilayah Bogor Barat,  dan beberapa jalan provinsi di Kabupaten Bogor lainnya yang dilintasi truk tronton  kini mulai rusak. Karena  selain disebabkann karena curah hujan banyak truk tronton bermuatan material tambang, pasir batu hingga tanah merah.

Ketua Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) Junaedi menuturkan, persoalan kerusakan infrastruktur jalan pastinya akan terus terjadi di Cigudeg, Parung Panjang, Rumpin maupun Gunung Sindur. Hal ini diakibatkan banyaknya aktivitas truk tambang dalam mendistribusikan hasil tambang secara berlebih.

“Jalan yang ada  sekarang hanya memperlancar distribusi tambang dan jalan jadi rusak bisa mengakibatkan kecelakaan, polusi dan kemacetan di jalan,” tegasnya.

Junaedi mengatakan, dari hasil kajian dan pendataan  pihaknya di Kabupaten Bogor pada tahun 2018 banyak truk yang mengakut material tambang dari wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat, Timur , dan Utara.

“Terbanyak perusahaan tambang ada di wilayah Cigudeg hampir 20 perusahaan tambang, Rumpin 11 perusahaan, Cariu 2 perusahaan dan 1 perusahaan tambang  di wilayah Parung Panjang belum lagi banyak galian liar,” bebernya.

Sementara Kabid Dalops Dishub Kabupaten Bogor Bisma Wisuda mengatakan untuk jalan provinsi bukan kewenangan Dishub Kabupaten Bogor melainkan Provinsi Jabar. “Dinas provinsi selama ini melaksanakan cek di terminal tipe B Provinsi, tapi nanti pasti saya akan koordinasi dengan dishub provinsi atas banyak jalan rusak yang diduga akibat truk tronton,” kata Bisma.

Hal serupa diungkapkan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciampea, Bondan bahwa pihaknya tidak ada kewenangan untuk memperbaiki jalan rusak di jalan provinsi. “Itu jalan provinsi dan kewenangan UPT Jalan Provinsi di Paledang, Kota Bogor,” kata Bondan.

Ia pun tak menampik cuaca ekstrem saat ini memang mengakibatkan jalan jalan cepat mudah rusak, bukan hanya jalan provinsi jalan kabupaten juga cepat rusak. “Apalagi jika jalan itu dilintasi kendaraan yang memiliki tonase lebih,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here