Jakarta Banjir, Bima Surati Anies

0
25

Bogor | Jurnal Inspirasi

Banjir yang kerap terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya tiap musim hujan tiba, menyebabkan Bogor selalu menjadi kambing hitam penyebab bencana di ibukota.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah melakukan langkah-langkah antisipasi, salah satunya normalisasi sungai Ciliwung, program Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) dan sebagainya.

Bahkan beberapa waktu lalu, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaranya melakukan ekspedisi di sungai Ciliwung dengan menelusuri aliran sungai dari Kota Bogor menuju Kabupaten Bogor, Depok hingga finish di Jakarta.

Walikota Bima Arya mengaku sudah menyurati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Saya sudah menyurati Gubernur DKI Anies Baswedan soal temuan ekspedisi Ciliwung yang sebetulnya harus menjadi perhatian bersama bahwa banyak ditemukan perumahan liar, banyak pembuangan limbah dan lainnya,” ungkap Bima kepada wartawan, Minggu (21/2).

Kendati demikian, ia mengaku belum menerima balasan dari Anies Baswedan. Terkait persoalan banjir, Bima menjelaskan, banjir di Jakarta banyak hal dan betul air ada yang dari hulu tetapi catatannya ketika di Bendung Katulampa siaga III tetapi banjir di Jakarta ada di posisi siaga I. “Artinya ketika siaga III di Kota Bogor dan di Jakarta siaga I berarti volume air di Jakarta sangat tinggi,” kata Bima.

Menurutnya, apabila berbicara hulu sungai Ciliwung bukan hanya sekedar kiriman dari Bogor atau Puncak, tetapi DAS menuju ke hilirnya. Persiapan banjir tidak bisa dadakan tidak bisa ditangani ketika musim hujan saja, harus terintegrasi semua dari hulu sampai ke hilir.

“Saya juga terus berkomunikasi dengan Kementrian LH dan Kementrian PUPR. Jadi persoalan banjir ini harus terintegrasi. Saya sudah melihat langsung ketika ekspedisi sungai Ciliwung, catatannya sudah diserahkan ke Gubernur,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here