BPTJ Tunggu Sinyal Kejagung

0
18

Pemkot Matangkan Perwali TOD Barangsiang

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan keberadaan Transit Oriented Development (TOD) Terminal Baranangsiang. Salah satunya dengan menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) soal TOD tersebut.

“Sekarang masih berproses untuk menyusun perwali terlebih dahulu. Jadi ada TOD intermoda, bisa bus dan juga Light Rail Transit (LRT) dan TOD lokal untuk trem,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim kepada wartawan, Minggu (21/2).

Menurut Dedie, selain TOD besar yang akan terintegerasi dengan Terminal Baranangsiang. Kemudian akan ada dua TOD pendukung lainnya, yakni di Bogor Raya dan Alun-Alun Bogor. “Selebihnya ada di TOD lokal pada beberapa titik halte trem. Tentunya ,” ungkapnya.

Kata dia, untuk merealisasikan pembangunan TOD, saat ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah berupaya mendapatkan pandangan hukum dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan restu Kementerian Keuangan. “Semua rekomendasi yang akan meminta adalah BPTJ,” tegasnya.

Sedangkan untuk pembangunan Terminal Baranangsiang, juga masih menunggu rekomendasi dari Jamintel Kejagung terkait dengan jangka waktu kerjasama BOT antara BPTJ dan pemegang konsesi, yakni PT. PGI.

Disinggung bagaimana dengan status PT. PGI apabila TOD dibangun. Dedie menyatakan bahwa hal itu takkan mempengaruhi, sebab tujuan TOD adalah mengintegerasikan titik layanan transportasi seperti LRT dan trem. “Ya, nggak gimana-gimana, kan diintegrasikan saja dengan titik layanan lain seperti LRT dan trem,” ucapnya.

Sebelumnya, Dedie menyebut bahwa pendapat hukum dari Kejagung sangat perlu diperoleh untuk kepastian hukum dalam pelaksaan proses pembangunan terminal. Kemudian, lanjutnya, pelaksaan pembangunan terminal juga harus memikirkan atau terintegrasi dengan rencana LRT Bogor.

“Jadi ada dua hal yang sudah kita dengarkan perkembangan dari BPTJ, termasuk pihak PT. PGI tentang langkah langkah yang sudah diambil. Pada prinsipnya pembangunan ini akan terus dilaksanakan sambil menunggu pendapat hukum dari Kejagung dan rekomendasi dari Kementerian Keuangan. Insyaallah bulan Maret nanti sudah ada kejelasan dari Kementerian Keuangan maupun Kejagung,” jelasnya.

Dedie menambahkan, dalam pembangunan TOD yang mengintegrasikan beberapa mode transportasi publik di Kota Bogor, telah mengundang beberapa pihak terkait seperti PT. Sejahtera Eka Graha (SEG) dan pihak lainnya yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pembangunan TOD di Kota Bogor.

“Untuk itu dengan dialog ini, diharapkan akan terjalin komunikasi yang efektif, sinergitas antar pihak sehingga berdampak pada kemajuan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Wilayah (P2W) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sofie mengatakan bahwa hingga kini kelanjutan pembangunan TOD masih menunggu sinyal dari BPTJ. “Untuk TOD Baranangsiang masih dalam tahap pembahasan oleh BPTJ,” ucap Sofie.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here