Banjir Jakarta Seret Nama Ahok dan Anies

0
18

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Banjir di DKI Jakarta kerap menjadi perhatian publik. Seperti banjir yang merendam wilayah ibu kota sejak Jumat (19/2) hingga hari ini kembali menyeret nama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan hashtag Ahok jadi trending topic teratas di akun Twitter, Minggu (21/2).

Netizen mencuit sejumlah program Ahok dalam mengatasi banjir di Jakarta. “Pantas dah banjir Gak heran…. Yg satu bongkar penghambat saluran, yg satu nyuruh unduh buku Emang beda kelas antara Ahok dan Anis Jkt58 sudah Salah Ambil Keputusan…,” tulis akunTwitter @kantayu.

Tentu saja pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau terima. Alhasil, perang cuitan warganet soal banjir Jakarta kembali memanas.

“Tahun 2012-2017 DKI dipimpin olh tiga kader PDIP Jokowi, Ahok & Djarot. Pada thn 2014 Jokowi jadi presiden lalu kerja sama dgn Ahok & Djarot utk atasi banjir tapi tdk mampu juga, malah masalah banjir tambah parah. Hanya org yg tak bermoral saja ngomongnya ngawur spt Hasto,” balas akun Christ Wamea @PutraWadapi.

Diketahui, hujan deras yang menguyur Jakarta sejak Jumat malam hingga Sabtu dinihari membuat 113 RW di wilayah di Ibu Kota tergenang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan curah hujan yang ekstrem penyebab banyak RW yang tergenang di Jakarta. Kendati demikian, Anies mengklaim situasi masih tetap terkendali. “Meski curah hujan tinggi situasi tetap terkendali,” kata Anies, Sabtu (20/2)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di Ibu Kota pada 20 Februari sebesar 226 milimeter per hari. Angka sebesar itu menurut BMKG termasuk kategori cuaca atau hujan ekstrim karena di atas 150 milimeter per hari.

Tak hanya Jakarta yang sedang dilanda cuaca ekstrim. Sebelumnya, beberapa kota di Indonesia juga sempat dilanda hujan ekstrim. Di Semarang, misalnya. Pada 6 Februari 2021, kota itu diguyur hujan ekstrim dengan angka curah hujan menurut BMKG sebesar 177 milimeter per hari.

Karena curah hujan yang ekstrim itu membuat banyak genangan. BPBD mencatat belum ada area strategis yang terdampak dari derasnya hujan yang menguyur ibu kota. Luas Area yang tergenang pun sekitar 4 kilometer, jauh lebih kecil ketimbang luas genangan pada 1 Januari 2020 yang mencapai 156 kilometer.

** ass/sindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here