Penyuluh Cilegon Dampingi Poktan Jalani Penilaian Poktan Berprestasi Tingkat Provinsi

0
26

Cilegon | Jurnal Inspirasi

Kelompok tani (Poktan) Kedawung Lingkungan Kedawung RT 002 RW 007 Kelurahan Taman Baru Kecamatan Citangkil Kota Cilegon jalani penilaian poktan berprestasi komoditas padi tingkat provinsi Banten tahun 2021.  Dalam penilaian ini poktan Kedawung didampingi penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Shofi Nur Prihatin.

“ Poktan Kedaung  kelurahan Taman Baru  terpilih mewakili Kota Cilegon dalam penilaian poktan berprestasi komoditas padi tingkat provinsi Banten. Poktan ditunjuk berdasarkan kesepakatan,   dan tentu dengan mempertimbangkan indikator-indikator  yang telah ditentukan, “ terang Shofi.

Sebagai PPL Ia mendampingi poktan dalam hal kelengkapan buku- buku  adminstrasi, seperti profil kelompok, buku tamu, buku keuangan, buku kegiatan,buku notulensi, buku.inventarisasi barang, buku.produksi, buku arsip surat dan dokumentasi kegiatan. Ia menuturkan penilaian ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur kinerja kelompok dan untuk  memotivasi kelompok agar lebih maju.

“ Untuk juara atau tidak tergantung tim penilai. Yang terpenting sebagai penyuluh pendamping dan kelompok adalah berhasil mewakili kota, “ tuturnya.

Shofi menuturkan penilaian dilakukan untuk berbagai kriteria komoditas seperti poktan komoditas padi, horti dan  jagung.  Selain itu juga penilaian pelaku utama (petani), PPL PNS,  THL TBPP serta BPP. 

Kata Shofi penilaian dilakukan setiap tahun untuk mencari para pelaku yang berprestasi dbidangnya.

Menurutnya poktan binaannya dilakukan penilaian karena memang fokus dan bergerak pada komoditas padi dan sudah menerapkan inovasi teknlogi. Di lahan 10,5 hektar poktan Kedawung dengan ketua Mujianto diterapkan inovasi jarwo 2:1 dan 4:1, dengan hasil produksi tinggi.  Tiap ubinan mendapat  6,5 kg – 7kg ukuran 2,5m x 2,5m.  Poktan inipun melakukan pengelolaan alsin traktor sehingga mampu mengiisi kas kelompok.

Penilaian dilakukan ketat oleh tim penilai provinsi. Aspek penilaian didsarkan pada administrasi dan lapangan. Penilaian tersebut diatur dan dilaksanakan sesuai instrument penilaian yang objektif dan ditetapkan berdasarkan peraturan menteri pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, petani Indonesia harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0 dan memanfaatkan mekanisasi atau alat mesin pertanian ( alsintan) dengan lebih maksimal.

” Petani Indonesia tidak boleh tertinggal karena banyak inovasi teknologi dan mekanisasi yang dibuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Mentan SYL.

Menyoroti keberadaan kelompok tani  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan poktan dapat menjadi awal terbentuknya korporasi petani yang sahamnya dari petani.

Dedi meminta petani tidak lagi bekerja sendiri – sendiri lagi tetapi bersama – sama dengan membentuk korporasi petani. Iapun mendorong  petani mengubah semangat dan etos kerja, dari sekadar bertani menjadi pengusaha.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here