Cara BPP Pastikan Pupuk Tersalur Merata Koordinasi dengan Pihak Terkait

0
43

Malang | Jurnal Inspirasi

BPP Model Kostratani Sugio mengadakan kegiatan rapat koordinasi dengan distributor pupuk bersubsidi dan kios penyalur pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan dalam agenda pembahasan laporan input data e-Verval (elektronik verifikasi pelaporan) pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan, Jumat (19/2/2021). 

Kegiatan rapat koordinasi ini dilaksanakan  sesuai protokol kesehatan,  menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker dan sosial distancing. Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri 12 kios penyalur pupuk bersubsidi, 1 distributor dan 10 PPL BPP Sugio. 

Dalam sambutannya, Sumadi SP sebagai Koordinator wilayah kecamatan Sugio mengatakan, kegiatan e-Verval ini sebagai dasar Kementerian Eertanian untuk menyalurkan subsidi pupuk kepada petani sehingga dibutuhkan pelaporan dari kelompok tani secara berkala dan tepat waktu.

Jumlah kelompok tani di wilayah Kecamatan Sugio sebanyak 96 kelompok tani terdiri dari 14.300 petani yang terdaftar dalam e-RDKK. 

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) mengatakan bahwa pupuk salah satu sarana produksi yang penting untuk pertanian. Pemerintah selalu mengalokasikan anggaran besar dengan kebijakan pupuk bersubsidi bagi petani agar mendapat pupuk berkualitas.

Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 di Kecamatan Sugio adalah terdiri dari pupuk Urea sebanyak 3401 ton, untuk pupuk phonska sebanyak  1774 ton, sedangkan pupuk SP36 sebanyak 255 ton, sedangkan pupuk ZA sebanyak 1022 ton. Untuk pupuk pertorganik sebanyak 1522 ton, dan untuk pupuk organik cair sebesar 2909 liter, begitu paparnya. 

Lebih lanjut Sumadi berharap agar alokasi pupuk yang sudah ada benar benar dipegang dan dilaksanakan sesuai aturan yang ada agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

Menurut Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang kerap mengingatkan petani agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan karena berpeluang mengikis biaya operasional bercocok tanam.

“Jangan terlalu bergantung pada pupuk kimia. Pupuk organik lebih bagus. Petani harus belajar dan membiasakan tidak bergantung pada subsidi pupuk, walau pemerintah selalu menyediakan anggaran besar pupuk subsidi untuk petani,” kata Mentan Syahrul.

Benny sebagai tim e-Verval di BPP Sugio berharap kepada kios penyaluran pupuk agar laporan penyaluran pupuk bersubsidi tepat waktu. “Kita ini hanya diberi waktu 10 hari, yaitu mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 disetiap awal bulannya, dan seandainya molor saya khawatir akan berimbas pada subsidi pupuk yang tidak akan terbayar sepenuhnya,” kata dia.

Menurut Vison Amali selaku Distributor ALRK (Alam Lamong Raya Kencana) menyampaikan, tahun 2021 di Kecamatan Sugio dialokasikan pupuk Urea sebesar 100%, untuk pupuk phonska sebesar 37 % dan Za sebesar 50 %, prosentase itu dari e RDKK yang dibuat oleh kelompok tani.

Ia menghimbau kepada kios pupuk, “Ini sudah akhir bulan loh, dan awal bulan harus segera masuk laporannya dan mohon kerjasamanya”, begitu ungkapnya.

** Catur/BBPP Batu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here