Minim Fasilitas, Pengrajin Bantal Guling di Kalongliud Harapkan Bantuan Pemerintah

0
117

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Para korban PHK akibat Covid-19 asal Kampung Liud RT 04 RW 03, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung beralih menjadi pengrajin bantal guling. Sejak 3 pekan terakhir, sekelompok pemuda ini mendirikan home industry pembuatan bantal guling berbahan kain, busa dan kapuk. Mereka terbilang mahir membuat bantal guling meski proses pengerjaannya dilakukan secara manual.

Muhlis (36) salah satunya menceritakan, awalnya ia bekerja sebagai pengantar sofa dan tempat tidur  di salah satu perusahaan. Ia akhirnya berinisiatif membuat bantal guling setelah banyaknya permintaan dari para pemilik  toko. “Nah disitu, hingga sekarang kita berinisiatif mencoba membuat bantal dan  guling kemudian  hasilnya kita kirim ke took-toko sesuai permintaan,” jelasnya.

“Alhamdulilah responnya cukup baik, dalam per satu minggunya  sementara kami hanya bisa melakukan pengiriman sebanyak 50 bantal berikut guling,” kata Muhlis kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/2).

Lelaki yang biasa disapa Bombom itu menuturkan, meski permintaan konsumen belakangan ini cukup banyak, tetapi dengan keterbatasan fasilitas kerja sehingga belum bisa memenuhi sepenuhnya keinginan konsumen. “Proses pengerjaanya hanya menggunakan jarum kaput yang sudah terisi benang,” kata dia.

Prosesnya jelasnya, dimana selembar kain yang sudah dijahit ditempat lain, selanjutnya lubang yang berukuran sekitar 20 centimeter yang kemudian diisi busa serta kapuk hingga berbentuk bantal dan guling.  “Setelah itu baru proses pengaputan hingga sehari bisa terkumpul hanya beberapa bantal guling,” ujar Bombom.

Para pengrajin mengaku butuh perhatian dari pemerintah. Mereka menghadapi sendiri persoalan yang menghambat berkembangnya usaha. “Kami harap adanya perhatian pemerintah  diantaranya 2 unit mesin jahit 1 unit mesin obras berikut mesin kapuk,” harap Bombom.

Hal serupa dikatakan  Itong Suheri, salah satu penggerak yang ikut dalam usaha ini mengaku lega karena sudah sekian bulan dirumahkan, kini telah memiliki aktivitas sebagai pengrajin bantal guling meski hanya menggunakan peralatan seadanya.

Itong Suheri yang biasa dipanggil Soni sebelumnya bekerja di perusahaan swasta di  Tangerang mengaku beruntung  ada ide untuk membuat usaha sebagai pengrajin bantal guling. “Di tengah situasi wabah Corona saat ini, untungnya ada ide untuk membuat usaha kecil-kecilan,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum UMKM Kecamatan Nanggung Bukhori Muslim menyatakan, bahwa sekelompok remaja itu sudah menunjukan progres sebagai pengrajin yang cukup baik. “Memang masih banyak persoalan untuk mendukung  secara maksimal,” kata Bukhori.

Menurutnya, salah satu permasalahan kerajinan yang belum bisa bangkit karena dengan persoalan klasik seperti minimnya modal atau fasilitas lainnya. “Hal ini  kami akan dorong ke Dinas UMKM Kabupaten Bogor agar para pelaku usaha tersebut bisa mendapatkan perhatian pemerintah.”

Bukhori menerangkan, usaha tersebut salah satu potensi yang harus dikembangkan. ” Tak hanya itu  semua para pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Nanggung akan kami dorong. Kedepan kami harap  mereka juga harus diberikan pelatihan  agar hasil karyanya bisa lebih maksimal dan  beraneka ragam model,” pungkasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here