Keberadaan PKL Diprotes Pedagang Pasar Cigombong

0
25

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Pedagang di Pasar Cigombong, Kecamatan Cigombong, memprotes pengelola pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut. Protes para pedagang itu terjadi, karena banyaknya pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang pintu masuk ke lokasi pasar dibawah pengelolaan Perumda Tohaga.

H. Solihin, pedagang di Pasar Cigombong mengungkapkan, para pedagang yang ada di lokasi Pasar Cigombong, merasa terganggu dengan keberadaan PKL yang jumlahnya semakin banyak.  “Sekarang PKL sudah mulai banyak dengan jenis yang sama, seperti baju, alat-alat dapur, buah dan lain nya. Makanya kami pedagang yang resmi di Pasar Cigombong melakukan protes,” ungkapnya kepada wartawan.

Untuk memperkuat bentuk protes pedagang, kata H. Solihin, para pedagang memberikan surat kepada unit pasar dengan melampirkan tandatangan sebanyak dua rangkap.  “Alhamdulillah diterima pihak unit dan ditindaklanjuti dengan melaporkan ke pihak Pemerintah Kecamatan (Pencam) Cigombong,” paparnya.

Ia berharap agar bentuk protes yang dilayangkan para pedagang Pasar Cigombong, didengar dan direalisasikan pihak yang memiliki kewenangan.  “Tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan apa-apa,” keluh H. Solihin.

Keluhan dengan melakukan protes juga diakui Dewi, pedagang Pasar Ciawi Blok 1 F. Keberadaan PKL didepan pintu masuk pasar membuat pedagang resmi dirugikan.  “Kalau kita jelas memberikan kontribusi kepada pemerintah. Mereka (PKL,red) memberikan kontribusi tidak. Saya berharap ada penertiban dari pemerintah. Kalau pun mau usaha, kita sama-sama saja di dalam lokasi pasar,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Unit Pasar Cigombong, Aria Maulana membenarkan adanya protes dari para pedagang ke unit terkait PKL tersebut. Bentuk protes puluhan pedagang tertuang kedalam surat nomor : 339/009-PD.THG/CGB/X/2020 tanggal 19 Oktober yang ditunjukkan langsung kepada Camat Cigombong.

 “Pedagang pasar merasa, keberadaan PKL mengganggu arus lalulintas dan membuat omset mereka turun,” jelas Aria.

Aria menjelaskan, sebelumnya pernah dilakukan penertiban oleh pihak kecamatan kepada para PKL. Namun selang beberapa hari kemudian, PKL kembali berjualan di lokasi pintu masuk pasar tersebut.  “Kalau dulu sedikit, sekarang tambah banyak,” imbuhnya.

Aria minta, keluhan pedagang diakomodir pihak terkait dengan melakukan penertiban. Khawatir, apabila tidak segera ada tindakan, para pedagang pasar resah dan semakin tidak nyaman. “Biar kondusif, saya inginnya ada penertiban lagi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here