Janji Jaji, Penyuluh Pandeglang yang Jatuh Hati Pada Profesi Penyuluh Karena Motor Trail, dan Kini Jadi ASN P3K

0
25


Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Upaya keras Kementerian Pertanian (Kementan) mengangkat tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) berusia diatas 35 tahun menjadi aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja (P3K) berbuah manis. Hal tersebut dilakukan Kementan dalam rangka menambah jumlah penyuluh.

Penyuluh menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) merupakan garda terdepan pembangunan pertanian nasional. Oleh karenanya nasib dan kesejahteraannya harus diperhatikan.

“Penyuluh juga pendamping dan pengawal petani di lapangan. Oleh karena itu, penyuluh harus diberikan perhatian, baik nasib maupun kesejahteraanya. Hal ini yang bisa membuat mereka maksimal dalam mengawal kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Mengenai pengangkatan ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi pemerintah kabupaten dan provinsi yang mendukung langkah Kementan memperjuangkan status THL TBPP.

Karena menurut Dedi tenaga penyuluh amat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penyuluh berperan amat besar untuk merealisasikan target pemerintah dalam rangka meningkatkan SDM Petani yang berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Jaji Sumarji adalah satu dari 35 orang THL TBPP Kabupaten Pandeglang yang beruntung diangkat menjadi ASN P3K.

Jaji bertekad akan berupaya lebih semangat dan giat dalam menjalankan tugasnya. Iapun akan mendorong petani binaannya meningkatkan keterampilan, mengubah perilaku serta sikapnya, dengan harapan petani dapat meningkatkan produksinya. Guna mewujudkan tekadnya, tak menunggu lama Ia langsung terjun kedesa binaannya.

“ Hari ini saya melakukan pertemuan di desa binaan, desa Alaswangi kecamatan menes. Dihadiri Kepala Desa dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan poktan, kader sekaligus KWT. Diacara itu dibahas cara memanfaatkan limbah rumah tangga sampah di jadikan pupuk organik untuk tanaman pekarangan yang dapat menunjang kebutuhan dapurnya masing masing, “ terangnya

Penyuluh Kecamatan Menes dengan tiga desa binaan ini mengaku jatuh hati pada profesi penyuluh saat dirinya bersekolah di SPP SPMA ditahun 85. Saat itu Ia sering melihat penyuluh identik dengan motor trail yang dianggapnya sangat keren. Alasan lain latar belakang pendidikannya dan keluarganya tinggal di desa yang sangat kental dengan pertanian.

“ Yang memotivasi saya karena saya berijazah SPP SPMA, hidup di desa yang kental dengan pertanian. Itu tahun 85 waktu itu PPL identik dengan motor honda trailnya, menurut saya keren, “ ungkapnya

Hasrat menjadi penyuluh terwujud ketika di tahun 2007, pemerintah membuka kesempatan menjadi THL TBPP. Iapun mendaftar dan lolos seleksi. Setelah belasan tahun mengabdi akhirnya Ia kini menggenggan status sebagai ASN P3K.

Ia bersyukur diberi kesempatan dilantik jadi ASN P3K. Ia dilantik oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama 34 THL TBPP dari kecamatan lain beberapa waktu lalu.“ Dilantik Bupati, bersama teman – teman THL TBPP lain. Dalam pelantikanpun saya ditugaskan untuk membacakan pakta integritas, “ ucapnya bangga, Kamis, (18/02/2021).

Jaji berharap pemerintah tidak ragu mengangkat THL TBPP menjadi ASN P3K, karena dinilai sudah banyak pengalaman dalam mendampingi petani dilapangan.
“ Teman – teman THL di Kabupaten Pandeglang belum semua diangkat, karena kemampuan daerah, semoga menyusul. Sesuai harapannya statusnya berubah ditahun ini, “ tuturnya.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here