Tak Koordinasi, Satgas Covid Hentikan Studi Tur SMK Kesehatan Mustopo

0
21

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Ratusan murid SMK Kesehatan Mustopo yang akan mengikuti studi tur ke Yogyakarta pada Selasa malam (16/2/2021), dibubarkan Satgas Covid-19 Kecamatan Leuwisadeng.  Musababnya, pihaknya sekolah tidak ada koordinasi kepada satgas covid-19 tingkat Kecamatan.

“Permasalahannya memang beliau tidak berkoordinasi atau meminta izin dengan Satgas tingkat kecamatan bahwa akan mengadakan studi tur ke Yogyakarta dan Semarang,” kata Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Rudy juga mengatakan, setelah dilakukan pengecekan dan edukasi kepada panitia dan pihak sekolah kegiatan tersebut dihentikan dulu karena mengundang kerumunan. “Untuk sementara malam itu juga kita mengambil tindakan tegas bahwa kegiatan  studi tur itu dihentikan dan hari ini kita panggil kepala sekolahnya ke kecamatan untuk membuat klarifikasi,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah dilakukan pemanggilan, pihak sekolah mengakui tidak koordinasi kepada Satgas Covid Kecamatam. Padahal, saat ini masih pemberlakuan PPKM mikro. “Meskipun kewenangan SMK ada di Provinsi Jabar tapi mengenai izin keramaian ada di Satgas tingkat Kecamatan,” jelasnya.

Rudy menuturkan, dari kejadian tersebut pihak sekolah meminta maaf karena tidak membuat perizinan kepada pihak Satgas tingkat Kecamatan,  walaupun sampai hari ini masih ada siswa di sekolah yang menunggu keputusan pelaksanaan studi tur.

“Jadi keputusan pihak kecamatan bahwa  harus dijadwal ulang atau ditunda sampai memang ada aturan yang membolehkan mereka untuk studi tur maupun itu jenisnya penelitian,” tuturnya.

Sementara hasil pertemuan pihak sekolah dengan Satgas Covid tingkat Kecamatan untuk sementara kegiatan dihentikan, dan tidak direkomendasikan untuk ada perjalanan. Bahkan, dikenakan denda sesuai aturan Perbub tentang PPKM Mikro.

Sedangkan pihak Travel, Erik mengaku tidak ada kerugian atas pembatalan perjalanan tersebut. “Banyak teman-teman saya juga yang bawa rombongan kesana itu tidak ada masalah, kalaupun ada pembatasan PPKM itu sebenarnya pembatasannya untuk ke desa bukan ke tempat wisata disana itu,” cetusnya.

Pihak sekolah SMK Kesehatan Mustopo Wesy menyampaikan, bahwa kegiatan kunjungan industri itu merupakan kegiatan rutin tahunan bagi siswa yang duduk di bangku kelas sepuluh. “Bukan dilarang emang konfirmasi saja tadi ada kegiatan apa, saya juga belum tau informasinya karena memang belum didiskusikan lagi. Disana belajarnya di tempat industri sesuai dengan bidang keahlian kita, kalo yang farmasi ya ke farmasi gitu,” ucapnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here