Penyuluh Wilayah II Kabupaten Pandeglang Ikuti Pembinaan Lakususi

0
31

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Penyuluh pertanian di wilayah II Kabupaten Pandeglang, Banten mengikuti kegiatan pembinaan Metode Penyelenggaraan Penyuluhan Sistem Kerja Lakususi (Latihan Kunjungan dan Supervisi) oleh tim Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang. Digelar di BPP Cikedal kabupaten Pandeglang Banten, kegiatan diikuti penyuluh dari sembilan BPP di wilayah II yakni BPP Menes, Cikedal,  Pulosari,  Labuan, Carita,  Patia, Pagelaran, Sukaresmi dan Jiput.

Esti Meilani Koordinator Penyuluh Wilayah II mengatakan kegiatan bertujuan sebagai ajang latihan antar penyuluh dalam rangka  meningkatkan kapasitas penyuluh untuk memperkaya dan mempertajam materi untuk penyuluhan kepada petani. Kegiatan ini pun kata Esti sebagai sarana untuk berbagi informasi, koordinasi dan silaturahmi para penyuluh agar lebih akrab. Esti menyebut Kegiatan pertemuan wilayah II ini diagendakan sebanyak empat kali pada tahun ini.

“ Walaupun sekarang sudah canggih dengan ada WA dan lain – lain, tapi bertemu berkumpul dan  berkomunikasi secara langsung sangat banyak manfaat nya untuk  kami, “ ucapnya, Rabu (17/02/2021).

Siang hari kegiatan bergeser ke BPP Menes. Di BPP ini sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (P3K) yang baru dilantik  dibimbing  dalam pengisian e-kinerja secara online. “ Para penyuluh P3K dibekali cara  menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP),  cara pengisian e – kinerja mulai dari kinerja tahunan, bulanan dan realisasi harian, “ ungkap Sri Hartianingsih Koordinator penyuluh BPP Menes.

Senada dengan Esti, Sri menyebut pertemuan dan pembekalan ini untuk meningkatkan kekompakan, menambah pengetahuan dan informasi pertanian untuk nanti di sampaikan ke petani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, usai penantian panjang, puluhan tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) Kabupaten Pandeglang akhirnya diangkat dan dilantik jadi ASN P3K oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita beberapa waktu lalu.

Hal ini merupakan buah dari upaya keras Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperjuangkan nasib para THL TBPP berusia 35+ menjadi ASN P3K. Karena kata Mentan peran penyuluh sangat menentukan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani serta mentransformasi ilmu pengetahuan untuk pembangunan pertanian berbasis digital atau teknologi 4.0.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menegaskan, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia. Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian.

Dedi melanjutkan, perubahan peradaban ditandai dengan perubahan perilaku petani. Dari pola bercocok tanam lama ke sistem yang modern menggunakan teknologi mesin pertanian. “Semua itu berkat peran penyuluh. Penyuluh ini yang mampu mengubah perilaku para petani. Untuk itu, penyuluh juga harus bisa mengambil hati petani, agar mau bersama-sama memajukan pertanian kita,” ucapnya.

Andriawan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang mengatakan dengan resminya penyuluh menjadi PPPK diharapkan komitmennya membangun pertanian di daerah binaannya , dan khususnya di Kabupaten Pandeglang meningkat. Ia berharap penyuluh melaksanakan tugasnya dengan lebih bersemangat,  disiplin serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here