BOR Rumah Sakit di Bogor Turun

0
25

Bogor | Jurnal Inspirasi

Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit Kota Bogor dalam dua pekan terakhir mengalami penurunan 14 persen. Pasalnya, saat ini BOR berada pada 48 persen. Humas Satgas Covid-19 Kota Bogor, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa standar WHO tentang bed occupancy adalah 50 persen. “Ya, jadi kondisi saat ini dibawah WHO, ini baik,” ujar Rahmat kepada wartawan, Rabu (17/2).

Menurut Rahmat, penurunan BOR dan kasus positif Covid-19 diperkirakan lantaran adanya kebijakan ganjil genap selama dua pekan terakhir lantaran berkurangnya aktivitas warga.“Tren jumlah kasus positif covid yang menurun sangat siginifikan di Kota Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa penerapan ganjil genap dan PPKM Mikro menyebabkan penurunan di bidang ekonomi. Diantaranya, yakni tingkat hunian hotel, kunjungan restoran, dan kunjungan pasar.

Akibatnya, aktivitas ekonomi akan dibuka secara bertahap. Namun masih sesuai dengan jam operasional yakni 21.00 WIB. “Kami harus mencari titik temu, protokol kesehatan yang utama, tetapi ekonomi diperhatikan,” tandasnya.

Diketahui, dari data Dinas Kesehatan BOR pada 4 Februari lalu menunjukkan angka sebesar 62,9 persen. Dari sebanyak 814 tempat tidur telah terisi sebanyak 512 pasien. Pekan ini ada di angka 48,5 persen, dengan tingkat keterisian 415 bed dari 856 tempat tidur.

Untuk keterisian ICU dari 48 tempat tidur, terisi 31 pasien. Tempat tidur di ruang isolasi Lido dari 100 tempat tidur terisi 36, termasuk Rumah Sakit Lapangan yang sudah terisi sebanyak 40 dari total 64 tempat tidur, terisi 40.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here