Rudi Minta Pemdes Kerjasama Tanggulangi Masalah Sampah

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Tidak adanya kerjasama antara pemerintah desa (Pemdes) dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah, membuat sejumlah ruas jalan dipenuhi sampah bekas rumah tangga. Itu terbukti dengan berserakannya sampah di ruas Jalan Alternatif Ciderum-Citapen.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah III, Rudi Andryanto, meminta agar Pemdes yang ada di enam kecamatan, mau bekerjasama dalam menyikapi persoalan sampah. “Sampah-sampah itu bukan hanya kewenangan kami saja yang ada di UPT, tapi tanggungjawab juga yang punya wilayah, yakni kepala desa (Kades),” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, dari enam kecamatan yang ada di wilayah tugas UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III, baru beberapa desa saja yang sudah melakukan kerjasama dalam hal penanganan masalah sampah. “Di Kecamatan Caringin baru Desa Pasir Muncang saja, desa yang lain belum ada kerjasama. Selebihnya di kecamatan lain, belum ada desa yang melakukan kerjasama,” ujar Rudi.

Rudi berharap agar kerjasama dalam penanganan sampah bisa segera dilakukan. Sehingga, wilayah selatan Kabupaten Bogor khususnya yang ada di enam kecamatan, tidak lagi ditemukan sampah berserakan di jalan ataupun di lahan orang lain. “Saya akan coba memberikan surat kerjasama kepada desa-desa. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa berjalan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bahur, warga Desa Ciderum mengeluhkan banyaknya  sampah di ruas Jalan Alternatif Ciderum-Citapen, yang berasal dari selokan warga Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi.  “Karena selokannya kecil, jadi saat hujan deras tidak bisa menampung luapan air. Makanya sampah-sampah yang dibuang warga itu berserakan di jalan,” jelasnya.

Selain sampah plastik bekas rumah tangga yang berserakan, lanjutnya, ditemukan juga beberapa tumpukan sampah yang sudah terbungkus kantung plastik dan juga karung di pinggir jalan. “Ada tiga sampah yang sudah dibungkus kantong plastik warna hitam, dan satu karung sampah,” papar Bahur.

Sampah yang ada di jalan ini, sambung Bahur, pastinya akan sampai ke wilayah bawah, yakni ke Kampung Ciderum. Pasalnya, aliran selokan dan juga kali yang berasal dari Daerah Irigasi (DI) Cikamar, bermuara ke kampung di Desa Ciderum untuk memenuhi kebutuhan air para petani. “Biasanya sampah-sampah ini berserakan di Ciderum, karena hilir dari kali dan selokan disini,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here