Labu Madu Ditangan Aldi, Petani Milenial Pandeglang

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Labu madu,  tanaman  merambat dengan  buah  unik menyerupai bola lampu dapat tumbuh dengan mudah, baik di pekarangan maupun lahan yang tidak terlalu luas. Ditangan Aldi Wahyu Nugraha petani milenial asal Kp. Bogor, Desa Janaka, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, labu madu  tidak hanya dibudidayakan dan dijual segar tapi diolah  menjadi kue kekinian yakni bolu labu madu dengan brand Arena Butternut Cake.

Ia berinisiatif untuk menciptakan kue ini seraya berharap usahanya bisa membuka lapangan pekerjaan didesanya dan inovasinya mendunia. “Bisnis dan usaha yang saya jalankan ini ingin menyerap tenaga kerja yang ada di desa saya, karena tingginya angka pengangguran dan tidak terjamin nya jika berangkat merantau ke kota, saya ingin menciptakan perusahaan yang tumbuh dari desa dan bisa mendunia, “ tuturnya, Rabu (10/02/2021).

Kata Aldi, meskipun  labu madu bukan komoditas lokal Pandeglang tapi bolu labu madu sejauh pengamatannya belum ada yang membuat secara komersil dan memiliki brand. Alasan lain karena adanya kebutuhan dan tekanan untuk mendapatkan profit lebih besar dan menciptakan inovasi pengolahan labu madu yang belum digarap maksimal di wilayahnya. Tujuan besarnya adalah Banten memiliki oleh- oleh  bolu khas Banten terutama Pandeglang, karena saat ini Banten belum memilikinya.

Varian kue yang dibuat ada tiga, varian kukus, varian panggang, dan varian kukus kombinasi original dan coklat. Pemasaran sejauh ini masih 90% melalui sosial media, Instagram, WA group dan Facebook, sementara untuk reseller sendiri masih 10%. “ Awal merintis usaha menanam labu madu karena memang saya memiliki tujuan untuk mengembangkan usaha yang berjalan yang sebelumnya tidak digarap secara maksimal, “ ucap Aldi.

Labu madu dinilainya memiliki prospek pasar yang bagus dan kestabilan harga yang masih terjamin. Dorongan untuk terus mengembangkan usahanya ujar Sarjana Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)  Banten tahun 2019  ini membuat dirinya  berupaya mencari dana dengan berbagai cara.  Akhirnya Iapun berhasil  melanjutkan usahanya bertanam  labu madu  di lahan seluas ± 2.500m²  dengan produksi minimal 2 ton/1000 lubang tanam.

Untuk harga labu madu kata Aldi  Jika dijual  langsung ke konsumen untuk varietas Jacqueline Rp. 35/kg ribu dan untuk varietas panah merah F1 itu Rp. 20 rb/kg.  Rata – rata berat buah 1 – 2,3 kg/buah  dengan usia panen 90 hari.

Petani Milenial dianggap bisa  menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda yang mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

Hal inilah yang membuat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menaruh harapan pertanian pada generasi milenial. Saat ini banyak petani milenial yang telah menjadi pengusaha dalam sektor pertanian. Mentan menuturkan para petani milenial mewakili harapan dan kebutuhan dari sektor pertanian serta panggilan dunia untuk menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here