Kwik Kian Gie Takut Sampaikan Pendapat

0
Kwik Kian Gie

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Ada ketakutan berpendapat di masa pemerintahan Joko Widodo. Seperti diungkap ekonom Kwik Kian Gie yang mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah. Kwik khawatir usai mengemukakan pendapat berbeda dengan rezim akan langsung diserang buzzer di media sosial.

Pernyataan ini diungkap Kwik di akun Twitter pribadinya, @kiangiekwik. Menurutnya, pendapat berbeda yang diutarakan bukan untuk menyerang, melainkan memberi masukan alternatif yang mungkin bisa digunakan.

“Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil,” kata Kwik dikutip Selasa (9/2).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid itu kemudian membandingkan saat dirinya menyampaikan kritik saat Soeharto berkuasa. Kwik mengaku leluasa melontarkan kritik ke rezim Orde Baru di kolom media massa. Menurutnya, kritik yang dirinya sampaikan saat itu juga tergolong tajam. “Kritik-kritik tajam, tidak sekalipun ada masalah,” ujarnya.

Dalam cuitan lainnya, Kwik Kian Gie juga mengungkapkan bahwa sekalipun berpendapat dengan data yang valid dan konstruktif, ia masih sering mendapat serangan dari para buzzer.

Lebih lanjut, Kwik Kian Gie juga mengungkapkan bahwa Ia masih tak habis pikir dengan adanya isu soal para buzzer yang dibayar untuk menyerang para tokoh yang memberikan nasihat atau pendapat yang bertentangan. “Rasanya kok sulit dibayangkan ya para buzzer itu dibayar. Banyak terima kasih untk semua nasihat yang saling bertentangan,” ujarnya lagi.

Diketahui, Kwik merupakan anggota PDI-Perjuangan (PDIP), partai yang juga menjadi tempat Presiden Joko Widodo bernaung. Kwik mengatakan bahwa dirinya masih menjadi kader PDIP. Namun, kata Kwik, meski satu partai tidak lantas dirinya harus terus menjilat atau mencari muka di hadapan Jokowi.

“Tetap kader sampai saat ini. Satu partai dengan Pak Jokowi. Tapi kan tidak lantas harus menjilat terus dan mencari muka terus? Hubungan dengan Mbak Mega masih super (dekat),” katanya.

Anggota DPR Fraksi PDIP, Andreas Pareira pun merespon pernyataan Kwik Kian Gie. Andreas menilai zaman sudah berubah. Sehingga, menurutnya, Kwik dan masyarakat tak perlu takut lagi untuk mengemukakan pendapatnya. “Zaman sudah berubah,” ujarnya. 

Andreas juga menilai tokoh sekaliber Kwik juga seharusnya memahami era kebebasan berpendapat di zaman Orba dengan saat ini. Menurutnya, di era Orba, era di mana saat perkembangan elektronik yang belum maju saja masyarakat takut untuk mengemukakan pendapatnya, apalagi jika didukung era digital yang seperti saat ini.

“Orang sekaliber dan sesenior Pak KKG (Kwik Kian Gie) baca media meinstream saja, jadi enggak muncul ketakutan-ketakutan seperti itu,” katanya.

Namun faktanya yang terjadi saat ini, para pendengung dan pemengaruh media sosial bersatupadu ramai-ramai mengeroyok demi membunuh karakter mereka yang berani mengkritik penguasa. Siapa berani mengkritik penguasa langsung habis-habisan dihabisi agar jera mengkritik.

** ass/cnn/sindo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here