Dipantau di Sentul, Setengah Ton Lemang Ganja Asal Aceh Dibongkar di Parung

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Kesaksian warga sekitar dan pemilik toko yang menjadi tempat pengungkapan narkotika setengah  ton lemang ganja di depan pertokoan baju Jalan Raya Parung Bogor pada Selasa malam (8/2/2021), bahwa sepuluh mobil petugas sudah sejak sore memantau pergerakan mobil truk tersebut.

“Sudah sejak sore pas magrib lah, petugas BNN minta izin ke saya untuk memarkir kendaraannya. Infonya mau ada penangkapan,” kata Dedi menceritakan, Rabu (9/2/2021).

Namun sambung Dedi, pada  pukul 23.30 WIB tibalah mobil truk engkel dan diarahkan petugas untuk memarkir di depan tokonya itu. “Mobil itu nyampe sini sekitar setengah dua belas malam, lalu pukul setengah satu petugas membongkanya drum-drum ada 6 drum  yang berada di mobil engkel itu. Petugas sempat kesulitan membongkanya karena terbungkus rapih dan rapat akhirnya petugas bisa membongkar teryata dalam drum itu masih ada puluhan paralon,” kata Dedi.

Masih kata Dedi, setelah peralon itu dipotong dengan alat pemotong, teryata isinya jenis tembakau yang dipadatkan. “Jadi dalam drum itu ada peralon lagi ada 64 batang paralon,” sebutnya.

Sementara warga lain yang juga menyaksikan pengungkapan mengatakan bahwa waga pun sempat kaget karena ada pengungkapan narkotika di wilayah Parung. “Kaget warga gak tahu awalnya, pas tahu warga pun pada ngeliat pengungkapan narkotika yang katanya jenis ganja,” katanya.

Sementara itu menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Purn) Arman Depari, penyitaan terhadap barang bukti narkotika golongan 1 jenis lemang ganja setengah ton yang datang dari Aceh  mengunakan jasa kiriman kargo sebelum diamankan di Parung sudah dilakukan pengincaran di daerah Sentul.

“Barang ini bersama dengan truknya sempat berhenti di Sentul Selatan (Bogor) kemudian malam  tadi diambil kembali untuk dipindahkan ke daerah yang sekarang  kita berada. Dan menurut rencananya di daerah ini akan dijadikan gudang penyimpanan untuk sementara sebelum didistribusikan kepada para pemesan,” kata Arman Depari dalam keterangan persnya.

Arman melanjutkan bahwa modus operandi untuk menghilangkan kecurigaan petugas, barang tersebut teknik packagingnya cukup  baru. Petugas susah payah membukanya karena dilapisi dengan bermacam-macam bahan dan tujuannya tentu untuk mengelabui petugas jiga ada pemeriksaan dan juga relatif aman di dalam perjalanan.

“Ganja ini dimasukan kedalam tabung paralon kemudian dilem dan diisi dengan air di wadah dengan semacam drum atau gentong. Satu drum berisi kurang lebih 60 sampai 64 paralon panjang kemudian di dalamnya diisi dengan ganja kering,” katanya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here