120 Petani Milenial Dibekali Pelatihan Tematik

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Tahun 2020 sudah berlalu dan dilewati dengan suasana yang memprihatikan karena  covid-19 masih terus membayangi gerak berbagai sektor,  termasuk dunia pertanian meskipun sektor ini mampu bertahan dan ada trend naik secara perlahan. 

Tahun 2021 menjadi momentum penting disamping harus mampu hidup berdampingan dengan covid-19, juga tahun ini harus dijadikan sebagai tahun untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak Pandemi Covid-19, sisi lain   ketersediaan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia harus tetap tercukupi, disamping tentu saja berjuang menyejahterakan petani, serta menggenjot ekspor komoditas pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat penting, terutama dalam menopang kemajuan ekonomi nasional. Menteri Pertanian menanamkan nilai perjuangan membangun pertanian maju, mandiri dan modern.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin. Untuk itu Badan PSDMP seperti yang disampaikan Kabadan akan selalu mendorong petani milenial menjadi garda kedepan sektor Pertanian.Kehadiran petani milenial menjadi sangat penting, karena petani milenial sarat dengan kemampuan pengetahuan IT.

Berkaitan dengan upaya untuk menciptakan petani milenial Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Tahun Anggaran 2021 sudah mengalokasikan untuk menjaring 700 petani milenial dalam bentuk pelatihan tematik.

Pengejawantahannya dalam waktu yang hampir bersamaan 27 sd 30 Januari sudah dilakukan pelatihan tematik sebanyak 3 (tiga) angkatan atau 120 orang petani milenial yang berlokasi di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng. Dan setiap angkatan dengan materi pelatihan yang berbeda beda sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan.

Tulungagung dengan materi pembuatan pupuk organik padat kambing domba,  di Tabanan membawa materi Internet of Things (IoT) sementara di Tabanan membawa materi Menyusun Ransum, semua kegiatan diikuti oleh peserta  milenial dan ini sebagai perwujudan dari salah satu program Kementan, untuk menciptakan dan menumbuhkan 2.5 juta petani milenial.

Respon positif dalam rangka menciptakan dan menumbuhkan Petani milenial adalah kehadiran Komisi IV DPR RI Dr.  Made Urip dipelatihan tematik yang diselenggarakan di P4S Hidayah Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Dr. Made Urip menyampaikan bahwa kita menyambut gembira apa yang telah dilakukan Kementan RI melalui BBPP BATU dan P4S Hidayah atas diselenggarakan kegiatan pelatihan tematik yang melibatkan petani petani milenial, karena kita sadar bahwa saat ini pertanian menanggung hidup 270 juta nyawa,  mereka butuh makan dan hanya pertanianlah yang bisa menyelesaikan masalah itu.

Namun disisi lain animo generasi muda yang mau terjun kedunia pertanian masih kurang,  upaya Kementan terus dilakukan agar generasi muda mau terlibat ke dunia pertanian,  salah satunya dengan menerapkan teknologi dan inovasi agar pertanian yang identik dengan panas, berat, kotor, hasil yang tidak pasti dan kuno bisa ditepis.

Upaya ini nampaknya mulai membuahkan hasil dengan ditandai banyak munculnya kelompok tani kelompok tani yang beranggotakan generasi muda salah satu contohnya petani muda keren terus adanya peserta tematik milenial saat ini,  tentunya ini suatu kegembiraan bagi kita para pemangku kebijakan dengan adanya fenomena tersebut.

** T2S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here