Program Aksi BPPSDMP Terjawab Melalui Cucuran Keringat Petani Milenial Tulungagung

0

Tulungagung | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)  menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan regenerasi petani untuk bisa mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. “Peran petani milenial sangat dinanti negara, di tangan mereka nantinya akan tercipta inovasi-inovasi di bidang pertanian,” katanya.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa petani milenial memiliki pengaruh dan dampak yang signifikan terhadap pembangunan pertanian. “Keberhasilan suatu bangsa dan negara ditentukan kebangkitan milenialnya, begitu juga keberhasilan  pembangunan pertanian,” kata Dedi.

Salah satu program aksi BPPSDMP adalah regenerasi petani dengan target membangun 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. Memulai bisnis pada bidang peternakan adalah salah satu cara yang tepat untuk mendapatkan banyak keuntungan. Bidang peternakan sangat banyak digemari sebagai ladang bisnis karena permintaan dari pasar dan industri kuliner saat ini sedang meningkat.

Peternakan kambing merupakan salah satu lahan produksi yang dibutuhkan pasar kuliner dan industri makanan untuk menyuplai bahan makanan olahannya. Kambing merupakan salah satu dari banyak jenis hewan ternak yang menguntungkan untuk berbisnis. Dagingnya banyak digemari oleh berbagai kalangan, bahkan dari tingkat masyarakat  lokal hingga internasional.

Sebenarnya beternak kambing sudah menjadi kegiatan umum yang dikerjakan oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan termasuk juga di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur.

Yoga adalah seorang petani milenial dari wilayah Tegalrejo Talang, Tulungagung, dengan keuletan dan kegigihannya mampu membukti bahwa sektor pertanian terutama peternakan  mampu memberi dan bahkan melebihi harapannya. Betapa tidak,  anak yang lahir 32 tahun silam ini sudah mampu memelihara kambing dombanya hampir 1000 ekor. Tentu saja penghasilannyan pun sangat fantastis.

Tahun 2014 merupakan awal dari Yoga untuk usaha kambing domba, tidak lebih dari 30 ekor kambing dipelihara penuh dengan harap dan cemas. Bagaimana tidak Yoga baru kali pertama menjajagi usaha kambing domba, dengan bekal yakin dan terus mau belajar berharap akan mampu menopang hidup secara layak serta mampu menciptakan lapangan kerja buat orang lain.

Penggemukan kambing menjadi pilihannya untuk terus digeluti dan dikembangkan. Dari modal awal 30 ekor  kemudian mencoba menjual kambing dombanya melalui para penjual sate, dan ternyata diluar dugaan sangat laku dan banyak peminatnya.

Tingginya permintaan terhadap kambing dan domba, sementara kalau mengandalkan hanya dari budidaya sendiri tentunya masih kurang, sehingga menjalin hubungan dengan mitra lain disekitar Tulungagung yang selanjutnya dilakukan penggemukan dan 3 bulan kemudian dijual sehingga secara perlahan usaha kami terus berkembang. “Hampir setiap tahun kandang pun bertambah,” ungkap Yoga.

Lebih lanjut Yoga menceritakan usaha yang dilakukan selain recording. Pakan juga menjadi faktor yang diperhitungkan, paling tidak akan mampu menekan biaya produksi, memang tidak mengandalkan pakan hijau atau rumput, tapi Yoga meraciknya.

Komposisi pakan, bekatul, polar, kangkung, menir, limbah jagung dari pabrik pakan ayam, bungkil kelapa, Kulit kopi, kacang ijo, kedele dan kulit kacang tanah. Dengan perbandingan 1:1. Untuk kambing dengan berat badan dibawah 20kg, kebutuhan pakan rata rata 5 sd 7 ons/hari, sementara kambing yang memiliki bobot diatas 20 kg memerlukan pakan kisaran 1 sd 1.5 kg atau rata 1,2 kg kenaikan bobot badan rata rata/bulan 3,5 smp 4 kg.

Hal lainnya adalah pemilihan bibit, biasanya bibit untuk penggemukan berkisar berumur 5 bulan sd 1 tahun, usia ini yang paling baik untuk penggemukan. Ditanya soal penghasilan/perbulan, Yoga hanya menjawab dengan senyum, yang jelas katanya, dia mampu menjual kambing dan domba sebanyak 60 sd 75 ekor setiap minggunya atau rata rata 250 ekor/bulan, berat rata-rata/ekor 49 kg dengan harga jual Rp 50.000/kg kambing hidup. “Jadi keuntungannya bisa dihitunglah,” demikian pungkasnya.

** T2S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here