Lagi, Rasisme Nodai Sepak Bola

0
71

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

Dalam sepak bola, kasus rasisme selalu ada. Pada umumnya, pelaku rasisme adalah orang berkulit putih kepada pemain berkulit hitam. Pemain berkulit hitam tak jarang mendapatkan perilaku rasisme jika bermain jelek, baik dari lawan main ataupun supporter.

Tak hanya kulit, kepercayaan juga seringkali menjadi bahan sikap rasisme. Beberapa federasi memberlakukan aturan tegas seperti berupa denda terhadap klub guna menghilangkan kasus rasisme dalam sepak bola. Namun usaha itu sepertinya tidak berhasil. Kasus rasisme selalu ada dan semakin parah.

Kasus rasisme yang sedang hangat saat ini adalah dua pemain Manchester United Anthony Martial dan Axel Tuanzebe yang mendapatkan perlakuan rasis dari netizen di media sosial setelah bermain kurang maksimal saat menghadapi Sheffield United di Old Trafford Stadium (28/1/2021) dini hari WIB.

Kedua pemain ini mendapat serangan dari netizen berupa komentar berbau rasis serta hinaan tak manusiawi. Serangan berupa komentar simbol monyet dan buah-buahan.

Kapten tim berjuluk Setan Merah Harry Maguire mengutuk kejadian ini dengan membuat sebuah tweet, “United against racism. We will not tolerate it.”

** Muhammad Farhan Faisal [MG/Unp-Jb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here