35 Persen Tempat Tidur Dikonversi Bagi Pasien Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menangani Covid-19.

Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R Ridho mengapresiasi Dinkes yang membangun sinergitas dengan RS swasta menambah kapasitas ruang isolasi dengan mengkonversi 35 persen tempat tidur rawat inap dijadikan tempat isolasi.

Menurut dia, langkah strategis yang ditempuh Dinkes itu ternyata mendapat respon yang baik dari RS swasta di Kota Bogor. Dari konversi yang dilakukan, pihaknya mencatat ada penambahan hampir 782 tempat tidur isolasi yang tersebar di RS swasta.

“Langkah ini patut diapreasi, laporan dari para relawan dilapangan, beberapa RS swasta pun menyambut baik. Bahkan menyetujui tempat tidurnya untuk isolasi Covid-19. Contohnya, RS Ummi yang menambah jumlah tempat tidur dan ICU-nya serta RS swasta lainnya,” ungkap Ridho kepada wartawan, Minggu (24/1).

Bahkan, Dinkes juga mendorong RSIA Sawojajar untuk penanganan virus corona. “Saat ini RSIA Sawojajar telah menyediakan ruang operasi tekanan negatif dan ruang bersalin tekanan negatif, NICU dan ruang isolasi,” jelasnya.

Dinkes, kata Ridho, membuat inkvasi rapid dan swab test gratis tiap tri semester. “Kami juga mengapresiasi Dinkes yang merangkul RS pemerintah yang ada di Kota Bogor, seperti RS Marzuki Mahdi meminta untuk menambah tempat tidur isolasi covid-19 dan ICU yang sekarang sedang dalam proses, dan yg sudah operasional yairu 125 tempat tidur dan 76 tempat tidur,” paparnya.

Dari laporan relawan kesehatannya, RS MM akan mengkonversi tempat tidur isolasi menjadi 210 tempat tidur. Lalu RS Hermina, menambah ICU isolasi menjadi 10 bed dan saat ini menjadi RS dengan ICU isolasi covid-19 terbanyak.

“RS Ummi total 182 bed. Padahal Maret 2020 awal pandemi hanya punya 2 bed isolasi. Pada Januari 2021 menambah ruang isolasi menjadi 66 bed. Saat ini menambah 1 ICU isolasi,” bebernya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi upaya Dinkes mengenai konversi minimal 35 persen tempat tidur yang ada di RS untuk menjadi tempat isolasi Covid-19. Dedie menilai bahwa kolaborasi antar rumah sakit dalam penanganan Covid-19 sangat baik. Sebab, tak kurang ada sebanyak 21 RS di Kota Hujan.

“Kami meminta tiap RS memodifikasi ruang di masing-masing rumah sakit agar menjadi ruang bertekanan negatif dan menambah kapasitas untuk rawat pasien Covid-19. Itu termasuk ICU dan ICCU khusus Covid-19,” imbuhnya.

Lebih lanjut, tak kurang dari 21 rumah sakit di Kota Bogor dalam menerapkan kebijakan penanganan Covid-19. Mengenai minimnya anggaran, memang menjadi persoalan. “Jadi masalah penambahan ruang perawatan pasien Covid-19, bukan hanya masalah teknis dan anggaran saja. Tetapi juga masalah dukungan tenaga kesehatan dan dokter serta peralatan penunjang,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here